Indonesia Rugi Rp 4,170 T dari Ekspor Timah Ilegal

 

Indonesia Rugi Rp 4,170 T dari Ekspor Timah Ilegal

Adanya kerugian negara terkait ekspor timah diendus oleh Indonesia Corruption Watch (ICW). Lembaga pemantau korupsi tersebut mencurigai saat  TNI AL menggagalkan ekspor timah illegal, awal Maret lalu.

Menurut Wakil Koordinator ICW Firdaus Ilyas, pada 8 Maret 2014, TNI AL berhasil menggagalkan ekspor timah ilegal sebanyak 134 kontainer dari Batam tujuan Singapura. Nilainya Rp 880 miliar dari Batam tujuan Singapura,” ujar

Berdasarkan data yang ditemukan ICW, banyak  kejanggalan yang patut dipertanyakan, setelah dibandingkan dengan data resmi ekspor yang tercatat pada kementerian perdagangan (Kemendag) dan Badan Pusat Stastistik (BPS) Indonesia.

“Kami telah melakukan penelusuran atau tracking pada data resmi bea cukai negara pengimpor, terhadap 22 negara pembeli. Hasilnya, selama periode 2004–2013 ditemukan sebanyak 301.800 MT ekspor timah dengan nilai US$ 4,358 miliar atau sekitar Rp 50,121 triliun yang tidak tercatat alias ilegal,” ungkap Firdaus saat menggelar jumpa pers ‘Membongkar Ekspor Timah Ilegal’ di kantornya, Kalibata, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Kondisi tersebut lanjut Firdaus, tentu sangat merugikan pendapatan negara dengan tidak dibayarnya iuran royalti timah sebesar tiga persen. “Kalau diitung-itung sebesar USD 130,7 juta atau sekitar Rp 1,503 triliun. Belum lagi ditambah dengan dugaan kerugian negara dari kehilangan penerimaan pajak penghasilan (PPh) sebesar USd 231,9 juta atau sekitar Rp 2,667 triliun,” ulasnya.

Jika ditotal dengan kehilangan PPh, maka ICW menduga negara mengalami kerugian dari kegiatan ekspor timah ilegal selama tahun 2004–2013, sebesar USD 362,7 juta atau sekitar Rp 4,170 triliun.

“Itu kita menggunakan kurs Rp 11.500 per US dollar ya, sekitar Rp 4,1 triliun,” tandas Firdaus. (jpn/wh)