Indonesia Berpeluang Rebut Pasar Udang Dunia

Indonesia Berpeluang Rebut Pasar Udang Dunia

Indonesia berpeluang mendongkrak produksi udang setelah terjadi penurunan di sejumlah negara. Seperti penurunan produksi yang dialami Thailand membuat pasar ekspor Indonesia terbuka lebar.

Produksi udang tanah air tahun ini diprediksi mencapai 550 ribu ton per tahunnya untuk pasar Amerika Serikat. Sedangkan utnuk pasar Eropa 470 ribu ton per tahun dan Jepang mencapai 200 ribu ton per tahun.

Sementara realisasi ekspor ikan dan udang dari Jatim saja pada tahun 2013 tercatat USD 810,869 juta. Nilai tersebut naik dibanding 2012 yaitu yang hanya sebesar USD 778,703 juta. Angka tersebut diprediksi masih bisa naik untuk meningkatkan daya saing dengan India.

Vice President I Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Johan Suryadarma mengatakan, Indonesia masih memiliki potensi untuk merebut pasar internasional.

“Jangan salah kenaikan itu jauh lebih kecil dibanding kenaikan ekspor udang India. Kita harus ada perbaikan dari segi kualitas, volume produksi maupun harga. Jangan mentang-mentang pasokannya sedang turun, harga terus dinaikkan setinggi mungkin,” tegasnya, Selasa (4/2/2014).

Saat ini pasokan udang dunia sedang menyusut. Thailand yang sebagai pengekspor terbesar mengalami penurunan produksi sebesar 50 persen akibat penyakit. Dampak positifnya, pasar menjadi terbuka bagi Indonesia.

Namun kesempatan tersebut tidak sepenuhnya bisa diambil mengingat tingginya harga yang dipatok petambak. Saat ini kenaikannya di tingkat petambak bisa mencpai 100 persen, dari harga semula dikisaran Rp 30 ribu per kilogram, menjadi Rp 60 ribu per kilogram untuk jenis vanamae,” ungkapnya.

Selain meminta petani udang realistis dalam mematok harga, Johan juga berharap petani melakukan berbagai langkah guna peningkatan dalam negeri. Mimimal satu kalilipat dari produksi tahun lalu yang mencapai 250.000 ton per tahun. Sementara kebutuhan untuk industri pengolahan udang mencapai 400.000 ton per tahun. Dari produksi tersebut 40 persen dipenuhi dari Jatim. (wh)