Indonesia Miliki Cadangan Bahan Nuklir 70 Ribu Ton

Indonesia Miliki Cadangan Bahan Nuklir 70 Ribu Ton
ilustrasi foto: batan

Kepala Badan Teknologi Nuklir (Batan) Jarot S. Wisnubrato mengatakan, potensi uranium atau cadangan bahan nuklir  sebanyak 70.000 ton. Namun, potensi tersebut tidak bisa dieksploitasi secara komersial. “Secara UU memang tidak boleh dieksploitasi secara komersial, sampai terakhir potensinya 70 ribu ton,” kata Jarot di Jakarta, Selasa (16/6/2015).

Jarot menilai,  cadangan bahan nuklir yang tersimpan di Indonesia tidak bisa dieksploitasi bisa juga dijadikan sebagai cadangan yang akan digunakan oleh generasi ke depan. Adapun, sambung Jarot, keputusan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tetap berada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Jarot, Indonesia memiliki potensi untuk membangun PLTN. “Kenapa harus keputusan presiden, karena nuklir itu membutuhkan dana besar dan jangkanya panjang, dari nol sampai jadi membutuhkan waktu 10 tahun, makanya presiden menjadi sosok yang menjelaskan, posisi Batan jangan ini jangan itu agar masyarakat terlindungi,” tambahnya.

Kendati miliki cadangan bahan nuklir yang besar namun penggunaan kekayaan alam ini masih belum bisa dilakukan secara maksimal. Publik masih pro kontra menyikapi penggunaannya. Termasuk untuk tujuan damai dengan membangun Pembangkit Listrik  Tenaga Nuklir. (oke)