Indonesia Menuju Posisi Pemasok Ikan Nomor Satu di Asean

AS Apresiasi Kinerja Menteri Susi Berantas Illegal Fishing

Indonesia saat ini  membidik posisi sebagai eksportir ikan terbesar di kawasan Asean.  Target ini dinilai akan tercapai seiring dengan sikap tegas dari pemerintah.  “Dengan dilarangnya kapal-kapal asing atau eks asing beroperasi di Indonesia dan langkah tegas peledakan kapal, kini pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) perikanan naik menjadi 8,64 persen pada kuartal I-2015. Ini hampir dua kali lipat pertumbuhan ekonomi nasional yang turun jadi 4,71 persen,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti  di sela acara Kuliah Umum Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia di Nanyang Technological University, Singapura.

Perikanan juga diperkirakan bisa membantu mendongkrak ekspor Indonesia yang secara keseluruhan turun. Ekspor perikanan setidaknya bisa mencapai USD 5,4 miliar pada 2015, atau tumbuh sekitar 7 persen dibanding 2014 yang sebesar USD 4,6 miliar.

“Dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, ironisnya, ekspor Indonesia selama ini hanya nomor tiga di ASEAN (Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara). Ke depan, Indonesia harus menjadi nomor satu di ASEAN,” tandasnya.

Untuk meningkatkan PDB perikanan, selain diberlakukan moratorium operasi eks kapal asing sejak 3 November 2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga melarang bongkar muat di laut serta penggunaan alat tangkap yang tak ramah lingkungan, kata Susi. (bst)