Indonesia Kawal Visi ASEAN 2025

Indonesia Kawal Visi ASEAN 2025

Beberapa tantangan yang dihadapi ASEAN antara lain isu Laut China Selatan, isu keamanan di Semananjung Korea, terorisme, isu kelapa sawit terutama setelah dikeluarkannya resolusi tentang penghentian impor komoditi tersebut oleh Parlemen Eropa, dan persoalan media sosial.

Apabila persoalan-persoalan tersebut tidak diselesaikan, upaya ASEAN untuk mencapai Visi Masyarakat ASEAN 2025 akan terganggu. Dalam hal ini Indonesia bisa berperan memimpin ASEAN karena pengalaman-pengalamannya.

Kalau Indonesia mampu menyelesaikan konflik atau isu keamanan di internal ASEAN, negara kepulauan terbesar di dunia tersebut juga harus mampu membantu menyelesaikan persoalan di luar ASEAN sehingga dapat meningkatkan derajat dan citra Indonesia di dunia internasional.

Di antara kasus yang pernah melibatkan Indonesia dalam penyelesaiannya adalah masalah perebutan kekuasaan di Kamboja pada 1970. Dalam upaya penyelesaian persoalan tersebut, Vietnam juga berupaya memberi bantuan, namun anggota-anggota ASEAN yang lain tidak sependat dengan keterlibatan negara tersebut dalam penyelesaian konflik di Kamboja.

Pada akhirnya ASEAN menunjuk Indonesia melalui menteri luar negeri waktu itu, Mochtar Kusumaatmadja, sebagai teman bicara (interlocutor) dengan Vietnam untuk menyelesaikan konflik di Kamboja.

Modal kemampuan yang dimiliki oleh Indonesia juga dapat diterapkan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di ASEAN yang melibatkan negara lain seperti isu Laut China Selatan dan isu Semenanjung Korea yang telah menggangu stabilitas kawasan.

Isu laut China Selatan telah menguras energi negara-negara anggota ASEAN untuk menciptakan keadaan yang benar-benar damai di kawasan Asia Tenggara. Walaupun Pengadilan Internasiomal telah memenangkan Filipina atas China dalam kasus Laut China Selatan, negeri tirai bambu yang menganggap wilayah laut tersebut sebagai wilayah warisan nenek moyangnya itu masih belum rela atas kemenganan Filipina.

Belum lagi isu Semenanjung Korea terutama yang terkait dengan peristiwa peluncuran peluru kendali oleh Korea Utara yang dampaknya juga juga telah membuat resah negara-negara ASEAN. Terjadinya persoalan tersebut akan mengganggu kegiatan ekonomi dan perdagangan yang sudah terjalin dengan baik, karena Korea Selatan merupakan mitra dialog yang penting bagi ASEAN.

ASEAN juga masih menghadapi masalah keamanan termasuk isu terorisme seperti yang baru-baru ini terjadi di Jakarta, dan Davao, Filipina. Terorisme bisa terjadi di mana saja dengan waktu yang sangat tidak terduga dan mengakibatkan korban jiwa.