Indonesia Ikut Jaga Perdamaian Dunia

Indonesia Ikut Jaga Perdamaian DuniaPanglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, mengatakan, Indonesia akan berupaya melakukan penguatan komitmen dan berperan dalam menjaga keamanan dan perdamaian dunia, yang didasari oleh prinsip-prinsip yang telah disepakati seluruh anggota PBB.

“Ada persetujuan dari pihak-pihak yang bertikai, memiliki mandat yang kelas,” kata Panglima TNI dalam amanatnya saat menerima kedatangan Satuan Tugas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-J/MONUSCO di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (6/1/2014).

Namun kata Moeldoko, bagi Indonesia misi tersebut memiliki dimensi politis dan strategis untuk kepentingan bangsa dan negara.
Satgas Kizi TNI Konga XX-J/MONUSCO baru saja selesai melaksanakan misi penjaga perdamaian dunia selama satu tahun di Kongo.

Dalam kaitan itu, kata Moeldoko sebagai salah satu negara yang menyetujui pelaksanaan “global peace operations initiative” (GPOI), Indonesia telah memiliki visi untuk lebih mengembangkan peran dan partisipasinya dalam menjaga operasi perdamaian (peacekeeping operations), khususnya meningkarkan peran ketiga komponen PKO, yakni militer, polisi dan sipil.

Menurut dia, keberadaan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Sentul, Bogor, Jabar, merupakan bagian strategis yang saat ini memiliki kapasitas `eight in one common use`, khususnya dalam upaya memperbesar kapasitas TNI sejalan dengan evolusi dan mengemukanya fenomena `multidimensional peacekeeping operations` dan isu pembentukan rapid deployment standard and on-call military and civilian expertise`.

Oleh karena itu, keberadaan PMPP akan dioptimalkan melalui pengembangan pemikiran dan langkah-langkah kreatif yang inovatif guna memperesar kapasitas dan kualitas misi kontingen garuda TNI di masa yang akan datang.

“Gunakan catatan keberhasilan dan hasil evaluasi misi Satgas Zeni Konga XX-J MONUSCO sebagai referansi penguatan PMPP TNI dan satuan terkait lainnya, khususnya pada `civic mission`,” kata Panglima TNI.

Saat ini, kata dia, PBB menghadapi tantangan menutup gap antara permintaan dan penawaran untuk memenuhi kebutuhan personel dan materiil pada berbagai misi pemeliharaan perdamaian.

“Awalnya peran PBB hanya terbatas pada pemeliharaan gencatan senjata dan stabilisasi situasi di lapangan dalam rangka mendukung usaha politik untuk penyelesaian konflik,” katanya.

Namun, searah perkembangan gloal, konteks gelas misi PBB telah berubah dari misi tradisional yang mengedepankan tugas militer menjadi misi multidimensional denga pelibatan sipil dan militer dalam rangka menciptakan perdamaian yang komprehensif berkelanjutan dan membantu rehabilitas pascakonflik, seperti yang telah dilakukan Satgas Zeni di Kongo.

Kontingen Garuda XX-J yang berjumlah 175 personel tersebut, terdiri dari 151 TNI AD, 19 TNI AL dan 5 TNI AU dipimpin oleh Letkol Czi Irfan Siddiq selaku Komandan Satgas merupakan abituren Akademi Militer tahun 1995 yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan Batalyon Zipur 9/1 Kostrad.

Profesionalisme Kontingen Garuda selama setahun masa penugasan di Kongo telah menunjukkan berbagai prestasi yang sangat luar biasa. Prestasi itu diantaranya berhasil membangun jembatan bailley yang menghubungkan desa Durba dengan desa Nzopi, memperbaiki jalan Duru-Bitima dan jembatan Moke sepanjang 25 Km, merehab bangunan penjara yang terletak di Dungu Town dan membangun jalan antara Dungu-Ngilima sepanjang 40 Km.(ant/bh)