Indonesia Harus Serius Kelola Sektor Kemaritiman

Indonesia Harus Serius Kelola Sektor Kemaritiman
foto: umar alif/enciety.co

Potensi laut di Indonesia belum banyak disoroti kalanganakademisi dan negarawan. Mereka lebih banyak memperhatikan pertumbuhan ekonomi dibandingkan sektor kemaritiman.

Seharusnya Indonesia tidak bisa berbasis perekonomian karena dua pertiga wilayahnya adalah laut. Wajar saja pertumbuhan ekonomi di negara ini memang tinggi, tetapi kesenjangannya juga tinggi. Dengan alasan kemajuan hanya berpusat di perkotaan, kota-kota besar, atau Pulau Jawa saja.

Berdasarkan data, potensi kelautan di Indonesia sangat tinggi mencapai tujuh kali Anggaran Pendapatan belanja Negara (APBN) yang saat ini mencapai 170 miliar dolar AS pertahun. Dan potensi kemaritiman negara Indonesia bisa mencapai 1,2 triliun dolar AS pertahun.

Pakar kemaritiman Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Prof Daniel M Rosyid mengatakan, potensi laut Indonesia adalah luar biasa. “Pemerintah harus mengingat bahwa negara Indonesia ini potensi kelautannya sangat besar,” kata Prof Daniel M Rosyid kepada wartawan, Sabtu (4/4/2015).

Kata dai, negara-negara maju yang tidak memiliki laut, justru mengandalkan kemaritiman. Tiongkok dengan Jalur Sutra Maritim, Eropa dan Amerika juga memiliki program kemaritiman.

Jika Indonesia mencanangkan menjadi Poros Maritim, imbuh Daniel, maka harus berani mengorbankan pertumbuhan ekonomi dan bukan justru mengorbankan kemaritiman

“Dengan menjadi negara maritim, perekonomian di daerah terpencil akan bisa dijadikan maju,” terusnya. (wh)