Indonesia Dijadikan Basis  Produksi Perusahaan Popok Jepang

Mulai April, Pemerintah Permudah Persyaratan Investasi Asing
Mulai April, Pemerintah Permudah Persyaratan Investasi Asing

Indonesia   dijadikan basis produksi  salah satu perusahaan popok Jepang.  Ini seiring dengan tambahan investasi sebesar USD 8,1 juta yang ditanam perusahaan tersebut. Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan dengan dijadikannya Indonesia sebagai basis produksi popok bayi, pasar dalam negeri dapat terpenuhi sekaligus bisa menghemat impor sebesar US$ 9,3 juta per tahun.

“Hal ini menunjukkan investasi yang masuk ke Indonesia cukup berkualitas, dapat mendorong ekspor atau menghemat devisa melalui produk substitusi impor,” katanya, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Franky menuturkan, perusahaan popok asal Jepang tersebut saat ini melakukan produksi di Thailand. Rencananya, perusahaan yang ada di Indonesia akan memulai produksi pada kuartal pertama 2016 mendatang, sehingga kebutuhan pasar Indonesia tidak perlu lagi dipenuhi dari Thailand.

Ia menambahkan, perusahaan popok bayi Jepang itu tengah menyelesaikan konstruksi pabriknya di Jawa Barat. Perusahaan itu bahkan sudah merencanakan perluasan investasi berikutnya sebesar Rp 101 miliar.

Dalam catatan BKPM, sepanjang 2010 hingga semester I-2015, realisasi investasi Jepang di Indonesia mencapai USD 13,68 miliar kedua terbesar setelah Singapura. Dalam lima tahun terakhir, investasi Jepang di Indonesia direalisasikan dalam industri alat angkutan dan transportasi lainnya (53 persen); industri logam, mesin dan elektronik (17 persen); industri kimia dan farmasi (7 persen); serta industri makanan dan tekstil (masing-masing 4 persen). Sedangkan realisasi investasi Jepang untuk semester I-2015 mencapai Rp 19,72 triliun, meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 16,19 triliun. (ant)