Indonesia Bisa Kena Jebakan Kelas Menengah

 

Indonesia Bisa Kena Jebakan Kelas Menengah

Ekonomi Indonesia bisa terkena jebakan kelas menengah (middle income trap). Warning ini diberikan Bank Dunia jika jika ekonomi tumbuh di bawah 5-6 persen.  Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves menuturkan, situasi seperti itu dialami oleh banyak negara yang pada awalnya tumbuh dengan cepat, kemudian stagnan selama lebih dari satu dekade. “Namun dengan pertumbuhan mendekati 9 persen Indonesia dapat menghindari perangkat tersebut, dan masuk dalam kelompok negara-negara berpenghasilan tinggi pada 2030,” katanya, di Jakarta, Senin (23/6/2014).

Dalam sebuah laporan Bank Dunia yang ditulis Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiome Diop, disebutkan bahwa Indonesia perlu memperhatikan masalah internal dan eksternal untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Hal itu agar, Indonesia tidak mengulang pengalaman negara-negara berpenghasilan menengah yang terjebak, seperti Brazil, dan Afrika Selatan.

Ndiome menjelaskan, Brazil tumbuh pesat pada 1960 dan 1970an. Namun memasuki 1981 ketika PDB mencapai 3.939 dollar AS, Brazil mengalami perlambatan berkepanjangan hingga 2004. Afrika Selatan pun, lanjutnya mengalami tren serupa. 

Ndiome menyatakan, Afsel mengalami pertumbuhan ekonomi pesat selama 20 tahun, namun memasuki 1990an pertumbuhan ekonominya sangat rendah. Bahkan, selama 32 tahun terakhir pendapatan perkapita masyarakatnya hanya naik 400 dollar AS. “Mereka kehilangan 20 tahun sehingga mengambang. Sehingga, kedua negara ini belum bergabung, dengan negara-negara berpenghasilan tinggi,” katanya. (kmp/ram)