Indonesia Baru 7 Persen, Surabaya Buat Rumah Kompos Terpadu

Indonesia Baru 7 Persen, Surabaya Buat Rumah Kompos Terpadu

 

Indonesia memproduksi 73 juta ton sampah padat per tahun. Ini berarti, dalam sehari dihasilkan 200 ribu ton sampah. Untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan, pemerintah gencar melakukan kampanye 3R alias Reduce, Reuse, Recycle (mengurangi sampah, menggunakan kembali, mendaur ulang). Sayangnya, mayoritas masyarakat belum menerapkan pola ini.

“Memang yang pakai 3R baru 7 persen. Yang lain masih proses biasa, angkut atau ambil sampah saja. Tapi pola ini terus kita dorong sampai semuanya 3R.” kata Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya saat konferensi pers di Hotel Shangri-La, Selasa (25/2/2014).

Balthasar mengungkapkan, pengurangan sampah untuk membatasi volume sampah, harus segera dilakukan. Caranya ialah dengan mengembangkan konsep Bank Sampah di berbagai provinsi.

“Sampai tahun 2013, ada 1.443 bank sampah di 56 kota di 19 provinsi. Kami dibantu Kementerian Pekerjaan Umum juga, membangung 525 fasilitas pengolahan sampah 3R untuk periode 2010-2014,” jelas Balthasar.

Surabaya dipuji Balthasar karena dipandang one step ahead dibandingkan kota lainnya di Indonesia. “Makanya kami jadikan role model yang bisa tunjukkan hasil. Yang lain seperti Jombang dan Malang juga melampaui angka 7 persen itu,” paparnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan, pengolahan sampah amat penting guna memotng biaya angkut. “Surabaya bisa hemat biaya angkut 5 persen karena problem sampah diselesaikan di sumbernya sebelum sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” ujarnya. Risma mencontohkan beberapa strategi agar sampah tak langsung njujug ke TPA.

Elemen masyarakat seperti sekolah diajak tak hanya mengenal lingkungan tetapi harus ikut mengolahnya. “Di Eco-School kami selalu minta pelajar bawa piring dan gelas, bahkan pantang pakai sedotan,” tukas Risma.

Selain itu, lanjut Risma, ialah dengan mengoptimalkan peran rumah kompos terpadu menggunakan takakura basket dan komposter skala rumah tangga. Tapi ada juga komposter skala komunal.

“Kita membuat Rumah Kompos Terpadu di Mulyosari bekerja sama dengan JICA dan kota Kitakyushu,” tegasnya.

ITS Surabaya pun digandeng kerja sama dalam pembangunan rumah kompos terpadu yang bahannya tak bisa dijual lagi. “Kita gunakan insenerator untuk menghasilkan listrik. Hasilnya, dari tahun 2012 Surabaya menumpuk 2.300 meter kubik sampah ke TPA, menjadi hanya 1.200 meter kubik  pada tahun berikutnya.

Maka, The Fifth Regional 3R Forum in Asia and the Pacific digelar untuk menemukan solusi bentuk kemitraan dan koalisi pelaksanaan menyongsong Indonesia Bebas Sampah tahun 2020. Forum yang dihadiri 400 peserta dari 38 negara se-Asia Pasifik itu untuk mengembangkan kerja sama berlapis antar negara. Serta mendorong koalisi multi pihak antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengelola sampah.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan tambur oleh Balthasar Kambuaya. Tamu yang datang merupakan perwakilan pemerintah dari berbagai sektor, antara lain Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian, Bupati dan Wali Kota se-Indonesia. Juga narasumber internasional, perwakilan Persatuan Bangsa-Bangsa dan organisasi internasional, termasuk lembaga keuangan internasional dan bank-bank pembangunan multilateral dan lembaga donor.(wh)