India-Indonesia Kerjasama Berantas Korupsi

India-Indonesia Kerjasama Berantas Korupsi

 

Korupsi menjadi momok dua negara demokrasi besar di Asia, India dan Indonesia. Lantaran menghadapi masalah yang sama, kedua negara sepakat untuk meneken kerjasama di bidang penanggulangan korupsi.

Hal itu diungkap Duta Besar India untuk Indonesia, Gurjit Singh, pada perayaan hari Republik India ke-64 di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (27/1 /2014) malam. Menurut Singh, publik India sangat geram dengan korupsi di negeri mereka.

“Oleh sebab itu pada tahun 2014 ini, parlemen India meluncurkan Undang-Undang Lokpal membentuk semacam Ombudsman India,” kata Singh. Organisasi itu nantinya akan memiliki kekuasaan untuk menyelidiki kasus korupsi dengan segera.

“Melalui UU tersebut, pemerintah India mencoba memperkuat mekanisme untuk menghukum mereka yang telah melakukan tindak korupsi,” ujar Singh.

Kerjasama penanggulangan korupsi antara Indonesia dan India sudah diteken ketika Perdana Menteri Mahmohan Sing berkunjung ke Indonesia, Oktober 2013.

Penanggulangan korupsi menjadi satu dari empat poin kerjasama yang disepakati kedua negara. Sementara tiga poin lain juga diteken yaitu kerjasama di bidang kesehatan, pemberantasan perdagangan gelap narkoba, dan penanggulangan bencana alam.

Kerjasama di bidang penanggulangan korupsi ini memungkinkan Pusat Pemantauan India (semacam KPK) saling bertukar pengalaman dengan KPK. Kedua institusi itu akan saling berbagi ilmu soal cara memberantas korupsi yang diterapkan di negara masing-masing.

Sebelumnya, dalam pidatonya Presiden India Pranab Mukherjee Minggu lalu, menyebut korupsi membuat lemah landasan suatu negara. “Apabila pemerintah India tidak segera menghilangkan kebiasaan (korupsi) ini, maka publik tak lagi akan mempercayai pemerintah,” kata Mukherjee. (viv/bh)