Indef: Ekonomi Kuartal III dan IV akan Bisa 4,9 Persen

Indef: Ekonomi Kuartal III dan IV akan Bisa 4,9 Persen
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus. foto: twitter.com

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2015 dan kuartal IV-2015 akan jauh lebih baik dari kuartal I-2015. Pada kuartal III-2015, pertumbuhan ekonomi nasional bisa di kisaran 4,8-4,9 persen, pun demikian dengan kuartal IV-2015.

Heri mengatakan, perbaikan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2015 dipicu meningkatnya konsumsi masyarakat saat Hari Raya Idul Adha dan penyerapan anggaran atau belanja infrastruktur yang mulai terealisasi. Demikian juga pada kuartal IV-2015, pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,8-4,9 persen akibat naiknya konsumsi Natal dan Tahun Baru.

“Namun karena pada kuartal II-2015 sudah melambat, untuk pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun bisa saja 5 persen, tapi agak berat, kecuali pada kuartal IV-2015 bisa 5,1 persen,” katanya.

Heri menuturkan, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi empat faktor, yakni konsumsi, belanja pemerintah, investasi, dan neraca perdagangan (ekspor-impor). Konsumsi dan belanja modal bisa menjadi pemicu membaiknya pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2015 dan kuartal IV-2015, namun tidak demikian dengan investasi dan neraca perdagangan.

“Investasi masih agak sulit karena banyak investor yang sudah komitmen investasi karena ketika di daerah malah ada hambatan, maka mereka mengurungkan niatnya. Jadi perbaiki dulu iklim investasi dan juga jaga daya beli terutama pangan supaya menarik untuk investor,” ungkap dia.

Untuk menggenjot ekspor, kata dia, yang perlu dilakukan adalah mendongkrak produksi. Salah satu andalan ekspor Indonesia adalah manufaktur, namun saat ini industri manufaktur sedang lesu dan banyak diwarnai pemutusan hubungan kerja (PHK). (bst)