Imunisasi Anak Jatim Terburuk di Indonesia

Imunisasi Anak Jatim Terburuk di Indonesia

 

Hampir 90 persen anak-anak ditolak berkunjung ke luar negeri karena tidak memiliki bukti paspor imunisasi lengkap. Bahkan, sebagian negara dan peneliti menganggap sistem paspor vaksinasi sehat di Indonesia amburadul. Ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang sampai saat ini tak memiliki kartu sehat anak atau paspor sehat yang diberikan oleh rumah sakit, puskesmas atau Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Menurut dr Agus Harianto, anggota IDAI Surabaya, walaupun anak-anak sudah divaksinasi terkadang instansi pemerintahan tidak memberikan kartu bukti kesehatan vaksin atau paspor vaksin. “Bukti pemberian vaksinasi ini sangat penting. Kalau disamakan sama seperti dengan akta kelahiran,” katanya, Senin (17/3/2014). 

Dokter yang juga menjadi ketua tim penanganan kembar siam RSUD dr Soetomo ini mengatakan, pentingnya anak-anak untuk diberikan imunisasi, selain sebagai kekebalan tubuhnya juga untuk bekal mereka di masa depannya.

Kata dia, tingkat kesadaran masyarakat di Jatim untuk vaksinasi atau imunisasi  anak-anak terburuk di Indonesia. Ironisnya, bukan sekadar tak memahami pentingnya imunisasi anak, sebagian masyarakat menolak vaksinasi lantaran muncul stereotipe jika vaksin terbuat dari bahan-bahan yang diharamkan.  

“Pemerintah dan orang tua wajib memberikan vaksinasi atau imunisasi bagi anak-anaknya untuk kesehatannya. Ini sudah menjadi bagian dari program Konvensi Hak Anak PBB,” ucapnya.

Banyak masyarakat menganggap jika vaksinasi atau imunisasi yang diberikan kepada anak-anak mengandung bahan haram, seperti kandungan babi. Padahal, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat vaksin sudah teruji secara klinis. Vaksin sendiri telah diteliti dan dinyatakan wajib untuk diberikan. 

“Yang merekomendasikan adalah IDAI, Kementerian Kesehatan, Majelis Ulama Indonesia pasti akan melarang semua vaksin yang diberikan kepada anak-anak Indonesia. Terlebih hampir 80 persen masyarakat Indonesia beragama Islam. “Ini yang membuat anak-anak Indonesia tidak bisa berkembang dan tetap terbelakang,” papar Agus. 

Lebih ironis lagi, imbuh dia, masih banyak orang tua tidak melakukan evaluasi mengenai jadwal dan vaksin apa saja yang harus diberikan kepada anak-anaknya. Padahal, semua vaksinasi wajib diberikan pada bayi dan anak. Beberapa vaksin yang wajib dilakukan kepada anak-anak Indonesia yakni BCG. Imunisasi ini bisa mengurangi risiko terjadinya TB berat seperti meningitis TB dan TB milier. Vaksin lain yang wajib dberikan kepada anak-anak yakni hepatitis B, polio, DPT, campak,  HIB, PCV, ratavirus, influenza, varisela, MMR, Tifoid, hepatitis A, HPV. (wh)