Importir Siap Realisasi Kuota 156 Ribu Sapi

Importir Siap Realisasi Kuota 156 Ribu Sapi

Importir bersiap merealisasikan kuota impor sapi hidup tahun ini. Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan izin impor sapi hidup selama kuartal I-2014 sebanyak 156.605 ekor atau 20,88 persen dari total perhitungan rencana impor yang disetujui pemerintah sebanyak 750.000 ekor.

Salah satu perusahaan yang siap merealisasikan impor sapi hidup adalah PT Great Giant Livestock (GGL). Direktur Operasional PT Great Giant Livestock Didiek Purwanto mengungkapkan, pada kuartal I-2014 ini, perusahaannya mendapat jatah impor sapi sebanyak 11.554 ekor.

Dari total kuota impor sapi yang telah disetujui tahun ini,  GGL akan mengimpor 10.524 ekor jenis sapi bakalan. “Sisanya sebanyak 1.030 ekor sapi siap potong,” jelas Didiek Purwanto.

Jumlah kuota GGL pada kuartal I 2014 ini meningkat lebih dari empat kali lipat ketimbang periode yang sama tahun lalu hanya 2.600 ekor. Pada kuartal I-2013 lalu, GGL mendapat alokasi impor sapi jenis bakalan sebanyak 2.600 ekor. Sepanjang tahun 2013, impor sapi bakalan GGL sebanyak 16.000 ekor.

Importir lainnya, PT Berdikari, juga siap merealisasikan impor sapi hidupnya. Direktur Utama PT Berdikari Libranto El Arief menuturkan, tahun ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor peternakan ini berencana mengimpor 30.000 ekor sapi bakalan. Di kuartal I-2014 ini, Berdikari rencananya akan merealisasikan impor sapi hidup sekitar 2.000 ekor.

Tahun ini Berdikari juga akan mengimpor 5.000 ekor sapi indukan atau sapi betina produktif. Sekedar catatan, harga sapi indukan saat ini berkisar Rp 11 juta per ekor hingga Rp 12 juta per ekor.

PT Berdikari akan gencar melakukan ekspansi bisnis di bidang peternakan. Perusahaan telah menyiapkan dana lebih dari Rp 100 miliar untuk membangun kandang penggemukan sapi, rumah potong hewan (RPH), termasuk untuk membiayai impor sapi hidup.

Catatan saja, saat ini Berdikari memiliki lebih dari 12 kandang penggemukan yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Barat dan Banten. Jumlah populasi sapi milik perusahaan ini mencapai 12.000 ekor.

Rencananya, sapi indukan produktif impor ini akan dikembangkan di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara. Agar lebih efektif dan efisien, pengembangbiakkan sapi indukan diintegrasikan dengan perkebunan jagung dan sorgum milik Berdikari. (kon/bh)