Impor Sapi Potong Jatim Habiskan Rp 120 M

Impor Sapi Potong Jatim Habiskan RP 120 M
Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Maskur.

Setelah sebelumnya Gubernur Jatim Soekarwo mengaku telah membuka kran impor sapi dari Australia, Selasa (30/9/2014), Kepala Dinas Peternakan Jatim Maskur membeberkan telah melakukan 6 ribu ekor impor sapi potong selama empat tahun terakhir.

Diakuinya, sejak 2011 hingga 2014 ini pihaknya telah menghabiskan Rp 120 miliar anggaran dari pemerintah pusat dan swasta. Namun meski memberberkan telah mengimpor sapi potong asal Australia, Maskur justru menampik jika pihaknya telah melanggar Surat Edaran (SE) Nomor 524 Tahun 2010 tentang larangan pemasukan dan perdagangan sapi, daging, dan jerohan impor masuk Jawa Timur.

“Kita selama ini nggak ada impor sapi. Kita hanya mengimpor sapi perah dan sapi potong,” cetusnya kepada awak media di ruang kerjanya di Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Menurut Maskur, selain mengimpor sebanyak 6 ribu ekor sapo potong. Jawa Timur juga mengimpor 4.500 ekor sapi perah. Masing-masing sapi perah itu dihargai Rp 25 hingga 39 per ekornya.

Maskur juga mengaku, untuk melakukan stabilitas harga daging sapi di pasar tradisional Jawa Timur, pada Idul Fitri beberapa bulan yang lalu Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendatangkan 2 ribu ekor sapi impor asal Australia.

“Jadi setelah diterbitkannya SE Gubernur, kita nggak pernah lagi impor sapi. Mungkin sekrang masih ada sapi impor, tapi itu sisa dari sapi impor Idul Fitri lalu,” akunya.

Namun di sisi lain, Maskur juga mengaku merencanakan akan menambah jumlah sapi impor sebanyak 400 hingga 500 ekor sapi Australia yang didatangkan via Lampung dan Tangerang. “Totalnya, ambil rata-rata Rp 20 juta per ekor sapi,” tuturnya.

Meski telah terang-terangan melakukan impor sapi potong, tapi Maskur dengan tegas menampik jika Jawa Timur melakukannya. Bahkan dia memastikan bahwa jumlah sapi lokal Jawa Timur meningkat 6,2 persen dibanding tahun lalu.

“Target kami tahun ini, sapi lokal di Jawa Timur mencapai 4,071 juta ekor sapi. Sedangkan tahun lalu, sumber dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur, sapi kita mencapai 3,8 juta ekor. Padahal dari data kami, sapi lokal Jatim mencapai 5 juta ekor sapi,” kilahnya.

Maskur juga mengklaim setiap tahunnya telah mengekspor sedikitnya 300 ribu ekor sapi untuk kebutuhan daging sapi nasional. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan sapi Jawa Timur, ada 500 ribu ekor sapi lokal yang setiap tahunnya dipotong.

“Sementara untuk program Inseminasi Buatan (IB) kami mencapai 1 juta ekor sapi per tahun. Sedangkan lainnya ada indukan, bakalan, dan lain sebagainya,” katanya. (wh)