Impor Sapi Hidup  dari Australia Capai USD 366 Juta

Kementan Rekomendasi Impor 30 Ribu Indukan Sapi Bunting dari Australia
Kementan Rekomendasi Impor 30 Ribu Indukan Sapi Bunting dari Australia

 

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa realisasi impor sapi hidup dari Australia sepanjang Januari-Agustus 2015 mencapai 134.112 ton atau senilai USD 366.667.978. Impor sapi hidup yang dilakukan oleh BUMN seperti Perum Bulog tersebut dilakukan guna menciptakan stabilisasi harga dan ketersediaan daging sapi di dalam negeri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, impor oleh Perum Bulog dilakukan melalui penugasan dari Menteri BUMN. Importasi dilakukan untuk menjamin kestabilan pasokan dan harga daging sapi. “Kami berpandangan bahwa importasi dilakukan berdasarkan kebutuhan sehingga tetap dilakukan penataan dan pengendalian impor sapi hidup dan daging sapi,” ungkapnya.

Menurut Mentan, sampai saat ini, pemerintah masih membatasi impor sapi hanya dari Australia dan Selandia Baru. Hal ini didasarkan pada kebijakan pemerintah bahwa kedua negara penghasil sapi itu sudah bebas wabah PMK (penyakit mulut dan kuku), sehingga negara penghasil sapi lainnya seperti India belum diizinkan untuk ekspor sapi ke Indonesia.

Namun, pada 2016, Pemerintah Indonesia berencana untuk memperluas kerja sama dengan negara-negara pengimpor sapi selain Australia dan Selandia Baru. Hal ini dilakukan untuk memperluas cakupan perdagangan dan negara asal impor sapi maupun daging sapi sehingga mampu menciptakan harga yang lebih kompetitif. “Selain itu akan memberikan kemudahan bagi pemerintah untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga daging sapi,” ujar Mentan.

BPS mencatat, impor sapi dari Australia sepanjang Januari-Agustus 2015 masih dominan sapi jantan dan bakalan sebanyak 129.075 ton atau senilai US$ 353.589.076. Kemudian impor sapi potong afkir untuk daging sebanyak 4.239 ton atau senilai USS 10.805.571. Impor sapi bibit hanya 798 ton atau senilai USS 2.273.331. Sementara itu, untuk impor daging sapi tanpa tulang (daging beku) dari Australia dan Selandia Baru sampai Agustus ini tercatat 25.461 ton atau senilai USD 120.086.684.  (bst)