Impor Jatim Sepanjang 2013 Naik 1,87 Persen

Impor Jatim Sepanjang 2013 Naik 1,87 Persen

 

 

Ketergantungan Jawa Timur akan produk-produk impor sepanjang 2013 lalu alami kenaikan. Dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, tahun lalu nilai impor Jatim naik sebesar 1,87 persen.  Kepala  BPS Jatim M Sairi Hasbullah mengatakan, secara kumulatif, nilai impor Jatim mulai Januari – November 2013 mencapai 22,809 miliar dollar AS atau naik 1,87 persen dibanding periode yang sama 2012 hanya 22,389 miliar dollar AS.

 

Meski begitu, terang Hasbullah, kenaikan ini tak ada masalah. Pasalnya, produk impor tersebut  sebagian besar memang bahan baku penolong untuk industri.

 

Untuk Migas, selama Januari–November 2013 impor Jatim di sektor migas 6,113 miliar dollar AS atau mengalami penurunan 0,22 persen dibanding impor migas periode yang sama 2012 mencapai 6,126 miliar dollar AS.

 

Sedangkan selama Januari-November 2013 impor Jatim non migas mencapai16,695 miliar dollar AS atau mengalami kenaikan 2,66 persen dibanding periode yang sama 2012. Selama November 2013 impor non migas Jatim didominasi oleh mesin/pesawat mekanik, diikuti besi dan baja, plastik barang dari plastik, ampas/sisa industri makanan dan gandum ganduman.

 

Cina merupakan negara pemasok barang impor non migas terbesar Jawa Timur selama November 2013, diikuti Amerika Serikat, Jepang, Thailand dan India.

 

Kontribusi kelima negara tersebut mencapai 52,89 persen terhadap total impor non migas 2,268 miliar dollar AS. Menurut golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi dan barang modal naik masing–masing 11,39 persen dan 30,36 persen, sedangkan bahan baku/penolong turun 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (ram)