Impor Buah Jatim Naik jadi USD 87,167 juta

Impor Buah Jatim Naik jadi USD 87,167 juta

Impor buah Jatim periode Februari 2014 mengalami kenaikan 49,46 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut bila dihitung dalam angka dari USD 58,319 juta menjadi USD 87,167 juta.

Dari data yang disampaikan Badan Pusat Statistik Jatim buah impor yang paling banyak masuk Jatim adalah apel, jeruk, anggur, dan pier. Sedangkan negara importir terbesar adalah China, Australia, Amerika Serikat (AS) dan Pakistan.

Seperti yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Jatim, M Sairi Chasbullah mengatakan data yang diambil berdasarkan manifes di Pelabuhan Tanjung Perak. Sebab pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia ini menjadi salah satu pintu masuk impor hortikultura.

“Impor buah pada bulan Februari mengalami peningkatan, karena pada bulan Januari dan Februari banyak kegiatan di masyarakat,” kata M Sairi Chasbullah, Senin (7/4/2014). Dia menyebut sejumlah buah yang bongkar di Tanjung Perak merupakan kebutuhan konsumsi di Jatim.

Dijelaskan M Sairi Chasbullah, pada 2013, nilai impor buah yang masuk Jatim sekitar Rp 4,9 triliun, dengan berat sekitar 330 juta kilogram. Tiap tahun impor buah mengalami peningkatan yang disebabkan permintaan ritel modern dan pedagang buah kaki lima.

Produk hortikultura lain adalah bawang putih yang berasal dari China. Setidaknya sekitar 95 persen bawang putih masih impor dari China untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Jatim. Tingginya konsumsi impor ini tidak sebanding dengan ekspor komoditi serupa.

Untuk mengurangi masuknya buah impor, pemerintah telah menyiapkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-DAG/PER/12/2013. Isibya Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, yang mewajibkan ritel modern menjual 80 persen buah lokal yang berlaku 1 Januari 2016. (wh)