Imlek, Berharap Indonesia Terbebas Bencana

Imlek, Berharap Indonesia Terbebas Bencana

Tepat pukul 00.00, ratusan umat Khonghucu yang dipimpin oleh pendeta dari salah satu pengurus Kelenteng Cokro melakukan upacara Hari Raya Imlek 2565, Jumat (31/1/2014) dini hari.

Upacara Imlek dimulai dengan pemukulan lonceng sama tambur sebanyak 108 kali. Umat Tri Darma meminta kepada Tuhan agar di tahun baru China ini dapat lebih baik dari tahun kemarin.

Juliani Pudjiastuti, ketua Tempat Ibadat Tri Darma Hong San Koo Te, mengatakan harapan umat Tri Darma kehidupan di tahun ini akan semakin baik dari tahun kemarin dan berdoa Indonesia bisa terbebas dari segala bencana.

“Saya imbau agar tahan emosi untuk menjaga perdamaian. Tahun ini banyak yang menghalalkan segala cara agar dijadikan pemimpin,” katanya.

Banyak kegiatan yang akan dilakukan manusia akan membuat keributan karena di tahun ini mudah terbakar emosi. “Cara paling baik adalah mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa,” ujarnya lalu tersenyum.

Selain itu, kata Juliani pada perayaan Imlek ini harapannya kebersamaan antarumat beragama di Surabaya tetap terjalin dengan baik. “Jaga hati dan ucapan agar terhindar dari pertengkaran dan permusuhan,” ujarnya.

Ditambahkannya, pada 4 Februari 2014 sudah memasuki tahun kuda. Ada shio yang jiong di tahun ini. Jiong besar adalah shio kuda dan shio tikus. Jiong kecil adalah shio ayam dan shio kelinci.

Untuk hilangkan jiong digelar ci swak (ruwatan massal) yang dipimpin suhu Gunawan. “Ci swak akan dilaksanakan Minggu 9 Februari mulai pukul 9,” pungkasnya.

Usai upacara, kemeriahan Imlek juga diwarnai dengan kehadiran dewa rezeki. Umat yang mengetahui kedatangannya tersebut langsung mengerumuni untuk berebut angpau dan permen yang dibagikan.

Benny salah satu umat yang mengajak anaknya turut serta berdesakan meraih angpau. “Bila mendapat angpau merah berarti rejeki tahun ini akan lancar,” katanya sambil mengusapkan peluh usai berebut.

Perayaan Imlek seperti tahun-tahun lalu juga ditutup dengan pertunjukan barongsai.(wh)