Imigrasi Surabaya Temukan Lima Paspor Haji Palsu

 

Imigrasi Surabaya Temukan Lima Paspor Haji Palsu

Kantor Imigrasi Klas I Surabaya merilis telah menemukan lima paspor haji palsu dalam tahun 2014 ini. Sebelumnya pada Rabu (10/9/2014) lalu, empat CJH berinisial NTD dengan nama di endorsement paspor DSM (Surabaya); SMJ dengan nama di endorsement HRS (Surabaya); ARR dengan nama endorsement NAM (Sidoarjo), dan MLI dengan nama endorsement ANCS (Sidoarjo). Kini, di kelompok terbang (kloter) 60, ada kasus serupa dengan nama Halimah Muhammad Al-amohi.

Pasport palsu itu ditemukan petugas Imigrasi dengan menggunakan alat screening passport. Alat tersebut tertolak oleh laser untuk buku syarat keberangkatan CJH. Mereka pun diamankan kepolisian dan dinyatakan dibatalkan keberangkatannya ke Mekkah.

Kepala Kantor Imigrasi Klas I Surabaya Enang S Syamsi mengatakan, temuan itu tidak membuatnya cuci tangan dan menyerahkan seluruhnya ke kepolisian. Imigrasi selaku instansi resmi penerbit paspor CJH pun membantu penyidik Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya menyusuri adanya dugaan orang dalam atas temuan tersebut.

“Kasusnya sudah naik ke penyidikan. Sedang dipelajari keterlibatan orang dalam. Kami tidak akan menutup mata,” kata Enang, Rabu (1/10/2014).

Meski membantah paspor palsu adalah buatan pihak imigrasi, Enang memastikan bila blanko paspor adalah asli. Salah satu contoh paspor CJH di kloter 22 atas nama Susilowati Muhammad Zufriyanto. Namun, dalam halaman endorsement ada dobel identitas dengan nama Rokiyah Koiriyah Romli Susilowati.

Ini membuktikkan jika produk paspor bukan dicetak oleh imigrasi Surabaya. Sebab, sesuai aturan keimigrasian identitas pemilik harus single identity. Setelah ditelisik, paspor palsu itu dibuat di Kantor Imigrasi Tanjung Perak pada 16 Juli 2014.

“Bukan produk imigrasi karena mestinya halaman satu dan endorsement bersinergi,” tegasnya.

Enang mengamini meski tak ingin menyebut nama bila penyidik sudah menemukan oknum terduga pembuat paspor palsu itu. Pria berkumis tebal ini memastikan akan menindak bawahannya jika memang terlibat dalam kasus ini.

Sanksi pemecatan dipastikan Enang akan diberikan kepada oknum imigrasi yang terlibat. Ini sesuai dengan aturan di instansi yang dipimpinnya. Oknum itu, juga akan diseret ke pengadilan jika terbukti bersalah.

“Bila ada oknum kami bermain kami tidak akan segan menindaknya,” pungkasnya. (wh)