IMF: Waspadai Perlambatan Ekonomi

 

IMF: Waspadai  Perlambatan Ekonomi

Seluruh negara anggota lembaga keuangan Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan pentingnya memulihkan perekonomian global dalam waktu dekat. Setiap negara diminta untuk tidak mengabaikan pentingnya pertumbuhan ekonomi dengan mengetatkan anggaran terlalu drastis.

Mengutip laman Reuters, Senin (13/10/2014), dengan kondisi perekonomian Jepang yang tengah goyah dan zona Eropa yang dirudung sejumlah risiko ekonomi, IMF menekankan, pertumbuhan ekonomi global tetap harus menjadi fokus utama. Bahkan di tengah kondisi perekonomian China yang tengah mengalami perlambatan.

“Sejumlah negara menghadapi prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi dengan tingkat pengangguran yang masih tinggi,” ungkap Komite IMF mewakili 188 anggota lembaganya.

IMF memintah sejumlah negara untuk memberikan kebijakan fiskal yang lebih fleksibel.

Pekan ini, IMF memang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3 persen dari 3,4 persen. Langkah ini merupakan aksi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk ketiga kalinya tahun ini.

Kondisi ini dipicu berbagai langkah pemulihan ekonomi berkelanjutan dari krisis keuangan global 2007-2009 yang mulai surut. Sementara itu, sejumlah bank sentral di berbagai belahan dunia terus memberikan suntikan dana tunai dalam jumlah besar.

IMF juga menunjuk zona Eropa sebagai kawasan dengan perekonomian yang banyak mengundang perhatian. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan, pengetatan fiska di zona Eropa sudah mulai dikurangi. Namun di saat yang sama Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan, kawasan dengan perekonomian terbesar di dunia itu berada di tengah risiko resesi ekonomi.

“Tak ada alasan untuk berbicara mengenai krisi di tengah perekonomian global,” tandasnya. (lp6/ram)