Imbas MH370, Turis China ke Jatim Diperkirakan Naik

Imbas MH370, Turis China ke Jatim Diperkirakan Naik

Wisatawan mancanegara (wisman) asal China yang berwisata ke Jatim diprediksi akan terus meningkat. Hal ini dikarenakan turis China lebih memilih berwisata ke Indonesia daripada ke Malaysia, pasca hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang sampai sekarang belum ditemukan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim M Sairi Hasbullah di kantornya, Selasa (29/4/2014) mengatakan, dengan belum adanya titik terang keberadaan pesawat Malaysia tersebut diprediksi banyak wisatawan asal China yang semula tujuannya ke Malaysia akan beralih ke Indonesia terutama ke Jatim.

“Jatim kondisinya relatif aman dan situasi cuaca cukup baik dan siap dikunjungi oleh para wisatawan dari negara manapun,” ujar Sairi.

Selama ini, wisatawan asal China yang berkunjung ke Jatim menempati tiga besar setelah Malaysia dan Singapura. Pada Februari 2014, turis China yang berwisata ke Jatim jumlahnya 1.198 orang naik sekitar 6,52 persen dibandingkan pada Januari 2013 yang hanya 976 orang.

Secara kumulatif  Januari-Februari 2014 turis China yang mengunjungi Jatim melalui pintu masuk Bandara Juanda 2.174 orang naik 12,88 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2013 yang hanya 1.926 orang.

Sementara selama Februari 2014, total wisman yang mengunjungi Jatim sebanyak 16.476 orang turun 2,34 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 16.870 orang.

Secara kumulatif, jumlah wisman Januari-Februari 2014 mencapai 33.346 orang turun tipis 0,72 persen dibandingkan pada periode yang sama 2013 yang mencapai 33.587 orang.

Pada Februari 2014 menurut data BPS Jatim, wisman yang berkunjung ke Jawa Timur sementara masih didominasi oleh wisman dari warga negara Malaysia dengan jumlah 3.584 orang diikuti oleh wisman Singapura 1.799 orang, Cina 1.198 orang, Taiwan 833 orang, Jepang 571 orang, Amerika Serikat 402 orang, India 356 orang, Thailand 343 orang, Korea selatan 314 orang, Jerman 269 orang dan wisman lain-lain 6.807 orang.

Jumlah tempat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Jatim pada Februari 2014 sebanyak 46,57 persen atau turun 1,25 poin dibanding sebelumnya yang mencapai 47,82 persen. Menurut klarifikasi hotel berbintang, TPK hotel bintang 5 pada Februari 2014 mencapai 59,07 persen, merupakan TPK tertinggi dibandingkan dengan hotel berbintang lainnya. Sementara TPK hoten bintang 2 sebesar 49,65 persen diikuti hotel bentang 4 sebesar 48,49 persen, hotel bintang 3 sebesar 41,55 persendan hotel bintang 1 sebesar 35,43 persen. (ram)