Ilmuwan Temukan  Satu Planet Lagi di Tata Surya

tata surtya

Sebuah planet raksasa yang belum dikenal dan di luar planet-planet yang selama ini kita kenal, ditemukan para ilmuwan. Namun demikian planet tersebut belum bisa terlihat oleh para ilmuwan. Para ilmuwan justru mengetahui keberadaannya dengan melihat sejumlah ‘planet kerdil’ yang bergerak di luar sistem tata surya, yang orbit planet-planet tersebut terganggu oleh sesuatu yang sangat besar namun tersembunyi di ‘luar sana’.

“Jika memang akan ada planet lain di sistem tata surya, saya rasa ya (planet, red) ini,” kata Greg Laughlin dari University of California, Santa Cruz kepada National Geographic. “Jika benar kita punya planet ini, ia akan sangat-sangat luar biasa. Kita beruntung, dan ini amat mengesankan,” imbuhnya seperti dilansir Independent.co.uk, Kamis 21 Januari 2016.

Jika benar planet ini ada, maka diperkirakan ukurannya akan sepuluh kali lebih besar, atau setidaknya tiga kali lebih besar dari ukuran bumi. Planet dengan ukuran sejenis ini banyak terdapat di luar angkasa sana, namun kerap terabaikan dari perhatian.

“Berarti ini adalah planet kesembilan yang sebenarnya,” kata Mike Brown, seorang astronom dari Richard and Barbara Rosenberg Professor of Planetary Astronomy. “Sejauh ini baru dua temuan yang benar-benar disebut planet sejak zaman dulu, dan yang ini merupakan yang ketiga. Ini bentuk yang sangat substansial di sistem tata surya kita, yang masih harus kita temukan, dan ini sangat menyenangkan,” katanya.

Mengenai jaraknya dari planet Bumi, planet baru ini diperkirakan berjarak sekitar 200 hingga 300 kali jarak bumi dengan Matahari.

Planet ini bisa jadi berada di sisi terluar sistem tata surya akibat lemparan setelah terjadinya ledakan besar atau ‘Big Bang’, dan tertarik oleh gravitasi yang dimiliki oleh Jupiter atau Saturnus.

Dengan jarak sejauh itu, planet ini memang mustahil bisa dilacak secara visual, walaupun dengan dua teleskop besar yang saat ini digunakan untuk mencari bentuk planet tersebut. Maka begitu kecilnya cahaya yang terkirim balik dari jarak tersebut kemungkinan citranya sulit bisa ditangkap di Bumi.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa planet tersebut memang dikelilingi oleh cahaya yang lebih terang. Tetapi sekedar informasi saja, Planet Pluto dengan jarak yang jauh juga masih mampu memantulkan cahaya 10 ribu kali lebih terang. Sehingga para ilmuwan harus yakin bahwa mereka meneropong pada titik yang tepat.

Itulah mengapa para ilmuwan  melacak keberadaan planet ini dengan cara melihat potensi gangguan yang dialami oleh medan gravitasi dari sistem tata surya lainnya di luar Bima Sakti. Disimpulkan, bahwa ada satu objek “Pengganggu Besar”, yang mengusik pergerakan dari objek lainnya di kawasan lain di luar tata surya, demikian ditulis oleh Michael Brown dan Konstantin Batygin yang dipublikasikan oleh Jurnal Astronomi. Keduanya  mengklaim bahwa gangguan itu disebabkan oleh sebuah benda atau dunia yang misterius.

Sistem Tata Surya kita menurutnya tak terlalu sering mengalami perubahan. Perubahan terkini hanya terjadi pada tahun 1930, ketika saat itu ditemukan Pluto sebagai ‘planet bungsu’ di Tata Surya.

Bahkan sempat muncul sebuah kontroversi yang menyebut Pluto sebagai ‘Planet kerdil’, namun berikutnya ia kembali diterima sebagai anggota keluarga planet di sistem Tata Surya kita. Jika planet baru ini nyata, maka ia akan benar-benar sebuah planet, setelah ia mampu mendominasi kawasan yang lebih besar dibanding planet-planet lainnya, demikian kata Brown. (ng)