Ilmuwan : Kelamaan Tidur di Akhir Pekan Hilangkan Sel Otak

Ilmuwan : Kelamaan Tidur di Akhir Pekan Hilangkan Sel Otak

 

Orang-orang yang tidur lebih lama pada akhir pekan untuk menambah waktu tidur yang kurang cukup selama hari-hari sebelumnya, malahan kemungkinan bisa kehilangan sejumlah sel otak.

Menurut ilmuwan syaraf Sigrid Veasey di Universitas Pennsylvania, gagasan umum bahwa “hutang tidur” dapat dipenuhi dengan melakukan tidur tambahan pada hari-hari berikutnya mungkin hanyalah dongeng.

Setelah menempatkan sekelompok hewan percobaan di laboratorium pada jadwal serupa dengan orang yang bertugas dengan jadwal kerja berubah-ubah, Veasey dan timnya menemukan bahwa otak-otak hewan kehilangan hingga 25 persen dari neuron yang terkait dengan kewaspadaan dan fungsi kognitif.

Diterbitkan dalam Journal of Neuroscience seperti dilansir voanews, ia menjelaskan ketika hewan kehilangan sedikit waktu tidur, otak mereka menanggapinya dengan menciptakan lebih banyak protein disebut sirtuin tipe 3, yang menyediakan energi dan melindungi neuron. Tapi ketika kehilangan waktu tidur menjadi kebiasaan, pelepasan protein terhenti dan deplesi neuron semakin cepat.

Veasey dan kelompoknya kini berencana mempelajari otak pekerja dengan jadwal berubah-ubah yang telah meninggal untuk melihat apakah kerusakan yang sama dapat ditemukan pada manusia.

Kurang tidur

Laporan lain menyebutkan, ketergantungan kepada televisi, telepon selular dan komputer jinjing dibayar mahal oleh warga Amerika –membuat mereka kurang tidur.

Kegemaran secara nasional untuk menonton televisi setiap malam sebelum tidur, bermain permainan video hingga tengah malam atau memeriksa surat elektronik atau pesan singkat (SMS) sebelum mematikan lampu dapat mengganggu tidur.

Kurang tidur bagi warga Amerika berdampak negatif pada pekerjaa, suasana hati, keluarga, kebiasaan menyetir, kondisi seksual dan kesehatan, menurut NSF.

“Orang tua harus menyingkirkan teknologi semacam ini dari kamar tidur” sebut laporan itu. (bh)