Ikut Pelatihan PE, Ibu RT Ini Kini Raup Rp 9 Juta Sebulan

Ikut Pelatihan PE, Ibu RT Ini Kini Raup Rp 9 Juta Sebulan
Nurul Hidayati (kiri) memberikan testimony saat Road Show Pahlawan Ekonomi 2015 di Kecamatan Asemrowo, Surabaya, Jumat (31/7/2015). Arya wiraraja/enciety.co

Gelaran Road Show Pahlawan Ekonomi (PE) 2015 di Kecamatan Asemrowo, Surabaya, Jumat (31/7/2015), menghadirkan Nurul Hidayati, ibu rumah tangga 54 tahun yang sukses mengembangkan bisnis kuliner.

Ketika diberi kesempatan panitia acara untuk memberikan testimoni, Nurul berbagi kisah kepada puluhan pelaku UKM dan ribuan masyarakat yang hadir.

Nurul lalu menuturkan, jika menjadi seorang pebisnis harus dimulai dari usaha kecil terlebih dahulu. Awal mula, ia merintis bisnis itu sejak tahun 2009.

“Saat itu, saya memulai dengan membuat kue kering dari pesanan tetangga sekitar rumah, namun usaha tersebut baru bisa berjalan kala mendapatkan modal dari uang muka pesanan,” tutur pemilik UKM Prisma Collection ini.

Dia melanjutkan, pada tahun 2010, dia diajak oleh kawannya untuk mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kaza City, Jalan Kapas Krampung, Surabaya. Ia diajak untuk aktif dipelatihan yang diadakan tiap hari Minggu pukul 09.00.

“Setelah beberapa bulan saya sangat tertarik untuk bergabung. Disitulah saya mendapatkan ilmu untuk mengembangkan usaha saya,” ucap Nurul, mengenang.

Tak ayal, hasil pelatihan tersebut telah berdampak pada kenaikan omzet yang ia peroleh setiap bulannya. “Kini, omzet usaha saya mencapai Rp 9 juta setiap bulannya,” papar dia, bangga.

Dalam pelatihan yang diikutinya, ia diajarkan berbagai macam teknik produksi yang benar, sehingga produk yang dihasilkan nanti akan maksimal. Dia juga mendapatkan banyak resep-resep baru dari pelatihan culinary businees.

Selain itu, ia juga mendapatkan pelatihan teknik pengemasan hasil produksi (packaging).  Ini Agar hasil produk kita dapat laris manis. “Kita memang harus pintar mengemas produk tersebut agar bisa dijual dengan nilai tinggi,” imbuh dia.

Nurul menambahkan, lewat Pahlawan Ekonomi, ia dan juga teman-temanya sesama pelaku usaha kecil menengah (UKM) dapat memasarkan produknya bukan hanya di pasar tradisional, tapi juga pasar modern.

“Kami diajarkan bagaimana mengenali pasar yang ada. Dengan kualitas hasil produksi yang bagus dan kemasan menarik, hasil produksi kita dapat diterima di pasar modern seperti mal dan supermarket,” kata dia.

Pahlawan Ekonomi sebagai wadah inkubator untuk mempersiapkan warga Kota Surabaya menjadi pelaku UKM. Hal ini untuk menumbuhkembangkan ekonomi keluarga, terlebih pada Desember mendatang, bakal diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). (wh)