Ikut Pelatihan PE, Bu Nyai Jatim Ingin Maksimalkan Potensi Daerah

Ikut Pelatihan PE, Bu Nyai Jatim Ingin Maksimalkan Potensi Daerah

Bu Nyai Jatim mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi di Palm Park. foto: arya wiraraja/enciety.co

Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya kembali menjadi rujukan masyarakat yang ingin belajar menjadi pebisnis. Kali ini, tamu yang berkunjung Bu Nyai dan Pengasuh Pondok Pesantren Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Jawa Timur. Ada 136 orang yang ikut rombongan.

Mereka mengikuti pelatihan soft skill dan pelatihan teknis. Tidak hanya itu saja, Bu Nyai juga diajak mengunjungi dapur produksi pelaku usaha Pahlawan Ekonomi, yakni Pawon Kue di Jalan Rungkut Lor, Diah Cookies di Jalan Ketandan Baru, dan Bengkel Kriya Daun 9996 di Jalan Ngagel Mulyo.

Hj Fatmiasri, Ikatan Haji Muslimat (IHM) Gresik Jawa Timur yang ikut dalam rombongan RMI Jawa Timur, mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya khususnya kepada Wali Kota Tri Rismaharini.

“Kami senang dan bersyukur sudah mendapatkan ilmu dan informasi seputar dunia wirausaha. Kami berharap semua kepala daerah di Jatim bisa meniru apa yang telah dilakukan Kota Surabaya,” cetus dia.

Menurut Fatmiasri, masyarakat pondok pesantren di Jawa Timur punya sumber daya manusia mumpuni. Mereka butuh pengetahuan mengelola sumber daya dan keterbukaan akses dari pemerintah.

“Kami punya anak-anak sekolah menengah kejuruan (SMK). Dengan ikut pelatihan semacam ini, kami berharap agar pengelola pondok pesantren dapat membina anak-anak SMK di tempat supaya punya jiwa wirausaha,” terangnya.

Kata Fatmiasri, setelah ikut pelatihan ini, pengelola pondok pesantren juga dapat memahami potensi sumberdaya alam yang ada di wilayahnya. Dia menyebut pengola pondok pesantren yang di kawasan Pantura sepatutnya bisa memaksimalkan potensi di daerahnya.

“Contohnya kita bisa olah hasil laut. Buat kerupuk ikan, teripang, dan lain sebagainya. Kita juga bisa membuat produk minuman segar dari hasil alam sekitar. Inilah yang kita harapkan bisa dilakukan masyarakat pondok pesantren agar bisa maju dan berkembang,” papar Fatmiasri. (wh)