Ikut Pelatihan Handicraft, Warga Mulyorejo Raup Jutaan Rupiah

Ikut Pelatihan Handicraft, Warga Mulyorejo Raup Jutaan Rupiah
Tri Rismaharini saat memberikan pengarahan pada para pelaku UKM dalam Road Show Pahlawan Ekonomi, di Kecamatan Mulyorejo, Senin (13/7/2015). arya wiraraja/enciety.co

Pahlawan Ekonomi Surabaya telah membawa dampak besar dalam pembangunan Kota Surabaya. Pasalnya, lewat program ini lahir para pelaku usaha kecil menengah (UKM) sukses.

Salah satunya Sulastutik (45), warga Mulyorejo. Ia sukses menjadi pedagang handicraft. Produk olahan bahan bekasnya telah menghasilkan ratusan ribu rupiah tiap bulannya.

Berbekal pengetahuan yang ia dapat saat pelatihan Pahlawan Ekonomi yang diadakan tiap minggu di Kaza City, Jalan Kapas Krampung, Surabaya berbuah manis. “Awal saya mengikuti pelatihan tersebut pada 2012,” cetusnya pada enciety.co, saat acara Road Show Pahlawan Ekonomi Surabaya 2015 di Kecamatan Mulyorejo, Senin (13/7/2015). Kegiatan ini didukung Pemerintah Kota Surabaya, Bukalapak.com, Pegadaian, MPM Honda, Bank Mega dan sejumlah pihak terkait.

Sulastutik mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi karena diajak oleh seorang tetangganya. “Karena saya rasa banyak pengetahuan yang didapat akhirnya saya ketagihan,” jelas dia.

Modalnya dalam memulai usahanya, sebut dia, ia mengungkapkan Rp 500 ribu. “Modalnya hasil utang sana-sini saya berhasil memasarkan buah tangan saya. Sekarang saya dapat menghasilkan omzet sedikitnya Rp 3 juta setiap bulannya” tandasnya.

Kata dia, kebanyakan produknya diminati oleh rumah makan di Kota Surabaya. “Produk-produk  saya dipakai di beberapa rumah makan sebagai tempat tisu, alas piring, gelas dan juga menjelang Lebaran. Kami juga dapat pesanan sebagai hiasan paket parsel,” terangnya.

Tak hanya itu, hasil karya Sulastutik telah dipasarkan di beberapa mal di Surabaya. “Ya, berkat fasilitas yang diberikan oleh Pemkot Surabaya produk kita bisa dipasarkan di sana,” papar dia.

Dalam kesempatan sama, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong semua masyarakat Kota Surabaya untuk menjadi pelaku UKM.

“Selain sebagai inkubator penggiat ekonomi kreatif, PE juga menjadi sarana bagi masyarakat Surabaya yang ingin jadi pedagang sukses,” tegas wali kota perempuan di Surabaya pertama itu.

Risma itu juga menuturkan, saat ini Pemkot Surabaya berusaha keras untuk menuntaskan legalitas izin usaha bagi seluruh UKM Surabaya. “Kami targetkan pada 17 Agustus mendatang semua legalitas usaha UKM selesai,” pungkasnya. (wh)