Ijin Kemudahan Usaha, World Bank Tempatkan Indonesia di Posisi 109

Ijin Kemudahan Usaha, Workd Bank Tempatkan Indonesia  di Posisi 109
ilustrasi: virtualofficejakarta.id

Indonesia naik 11 peringkat dalam laporan Kemudahan Berusaha (Doing Business Report 2016) World Bank ke peringkat 109 dari 120 dalam laporan Kemudahan Berusaha 2015. Sebanyak 189 negara disurvei oleh World Bank.

Berkat reformasi yang dilakukan Indonesia seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Indonesia berhasil memperbaiki poin dalam laporan World Bank. Indonesia memiliki poin 58,12, naik dari 56,73 pada laporan 2015. Laporan Bank Dunia berdasarkan penelitian di Jakarta dan Surabaya di mana Jakarta memiliki bobot 78 persen dan Surabaya 22 persen.

Singapura berada di urutan pertama,  China di peringkat kelima, dan Amerika Serikat di peringkat ketujuh.

World Bank mengatakan bahwa Indonesia berhasil memperbaiki sistem prosedur online, menyederhanakan prosedur dalam mendirikan usaha baru, dan memperbaiki jaringan teknologi, seperti pendaftaran jaminan sosial secara online.

“Jasa kenotariatan dalam mendirikan usaha masih ada di Indonesia. Pada 2007, Indonesia meluncurkan Sisminbakum (Sistem Adiministrasi Badan Hukum) untuk memudahkan mendirikan usaha, lalu pada 2009, Indonesia mengurangi biaya kenotariatan. Hal-hal seperti ini membantu mengurangi biaya dan mempercepat pendirian usaha baru. Jika Indonesia terus memperbaiki sistem ini maka lambat laun, jasa pihak ketiga dalam mendirikan usaha akan menjadi tidak diperlukan,” tulis World Bank.

Bank Dunia juga menyoroti perubahan positif seperti mengurangi waktu pendaftaran dan pelayanan di Kementerian Tenaga Kerja, memperkenalkan sistem online dalam membayar jaminan sosial dan menetapkan batas atas bagi pengusaha dalam membayar jaminan sosial pekerjanya.

Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa diperbaiki Indonesia. Untuk mendirikan usaha baru di Indonesia diperlukan 13 prosedur, sementara rata-rata di Asia Pasifik hanya tujuh prosedur.

Waktu rata-rata yang diperlukan untuk mendirikan usaha baru di Indonesia adalah 46,5 hari sementara rata-rata Asia Pasifik hanya tujuh hari.

Biaya untuk mendirikan usaha baru di Indonesia sekitar 19,4 persen dari pendapatan per kapita USD 3.650, lebih rendah dari 23 persen rata-rata Asia Pasifik.

Berikut 10 besar negara paling mudah dalam berusaha:

1. Singapura
2. Selandia Baru
3. Denmark
4. Korea Selatan
5. Hong Kong, Tiongkok
6. Inggris
7. Amerika Serikat
8. Swedia
9. Norwegia
10. Finlandia