IHSG Terbakar Dipicu BBM Langka

 

IHSG Terbakar Dipicu BBM Langka

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang hari ini. Dua sentimen menjadi penyebab terbakarnya IHSG. Sentimen tersebut adalah sentimen kelangkaan Bahan Bakar minyak (BBM)dan pengaruh dari bursa regional.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (26/8/2014), IHSG melemah 38,40 poin atau 0,74 persen menjadi 5.146,55. Indeks saham LQ45 melemah 0,84 persen menjadi 883,82. Seluruh indeks saham acuan utama tertekan pada hari ini.

Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.195,11 dan level terendah di 5.144,26. IHSG mengalami tekanan didorong oleh 211 saham melemah. Akan tetapi, 91 saham menguat sehingga mampu menahan pelemahan indeks saham. Adapun 79 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham mencapai 213.779 kali dengan volume perdagangan saham 4,43 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 5,06 triliun.

Sebagian besar sektor saham melemah. Pelemahan tertinggi dialami oleh sektor konstruksi yang melemah 1,93 persen. disusul oleh sektor saham industri dasar yang melemah 1,44 persen.

Aksi jual bersih investor asing mencapai Rp 200 miliar juga menambah tekanan ke bursa saham. Sedangkan investor lokal melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 200 miliar.

Saham-saham yang menahan pelemahan indeks saham antara lain saham CMPP naik 24,67 persen menjadi Rp 935 per saham, saham SMRU naik 15,22 persen menjadi Rp 212 per saham, dan saham INPP naik 14,23 persen menjadi Rp 1.485 per saham.

Sedangkan saham-saham yang menekan indeks saham yaitu saham PSDN melemah 29 persen menjadi Rp 142 per saham, saham YULE merosot 22,62 persen menjadi Rp 82 per saham, dan saham CNTX turun 20 persen menjadi Rp 8.800 per saham.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menuturkan, pelaku pasar sedikit goyah karena ada kelangkaan BBM. Kelangkaan BBM tersebut membuat pelaku pasar melihat bahwa di Indonesia belum ada kepastian investasi.

“Hal tersebut dibuktikan dengan nett sell asing yang mencapai Rp 200 miliar, ini baru pertama kalinya nilainya cukup besar dalam beberapa hari ini,” jelasnya.

Menurut Satrio, meskipun mengalami penurunan terlalu dalam, IHSG tidak akan bergerak di bawah 5.000. kemungkinan besar Indeks akan berada di level terendah di 5.050.

Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada berpendapat lain. Menurutnya, penurunan IHSG pada hari ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal yaitu melemahnya indeks acuan regional.

“Hang Seng, Nikkei dan beberapa indeks acuan di China mengalami pelemahan, oleh sebab itu tertular sampai ke Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, isu kelangkaan BBM tidak terlalu berpengaruh terhadap indeks karena dampaknya cukup jauh. “Kalau penurunan karena dampak kelangkaan BBM artinya pelaku pasar terlalu berlebihan menanggapinya,” tutupnya. (lp6/wh)