IHSG Tembus Rekor Baru

 

IHSG Tembus Rekor Baru

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bergerak perkasa dengan menembus rekor baru pada pembukaan perdagangan saham. Akan tetapi, laju IHSG tersendat pada akhir penutupan perdagangan saham.

Penguatan indeks saham ini ditopang oleh sejumlah sentimen global dan domestik pada hari ini. Adanya harapan terhadap suku bunga acuan yang diperkirakan tetap di level 7,5 persen dan stimulus bank sentrak Eropa diharapkan masuk ke Indonesia memberikan sentimen positif ke bursa saham.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (8/9/2014), IHSG naik 29,14 poin atau 0,56 persen menjadi 5.246,48. Indeks saham LQ45 menguat 0,69 persen menjadi 892,72. Sebagian besar indeks saham acuan menguat kecuali indeks saham DBX dan indeks saham Pefindo25.

IHSG mampu bergerak naik signifikan ditopang dari 185 saham berada di zona hijau. Akan tetapi penguatan indeks sahamnya tertahan karena ada 144 saham melemah. Sementara itu, 101 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham hari ini cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 243.715 kali dengan volume perdagangan saham 5,18 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencaapi Rp 5,8 triliun.

Secara sektoral, pada perdagangan saham sore hari ini sejumlah sektor saham tertekan. Sektor saham perkebunan melemah 0,37 persen, sektor saham aneka industri turun 0,68 persen, dan sektor saham konstruksi tergelincir 0,14 persen.

Sementara itu, sektor saham menguat antara lain sektor saham infrastruktur naik 1,58 persen, sektor saham perdagangan naik 1,07 persen, dan sektor saham pertambangan mendaki 0,46 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing terus mencatatkan aksi beli bersih. Investor asing membeli saham sekitar Rp 500 miliar. Sementara itu, investor lokal melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 500 miliar.

Penguatan IHSG didukung dari saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk naik 4,03 persen menjadi Rp 2.840 per saham, saham PT Adaro Energy Tbk menguat 2,21 persen menjadi Rp 1.385 per saham, dan saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mendaki 1,66 persen menjadi Rp 24.500 per saham.

Sedangkan saham yang tekan indeks saham antara lain saham PT Bumi Serpong Damai Tbk melemah 2,13 persen menjadi Rp 1.610 per saham, saham PT Media Nusantara Citra Tbk turun 2,17 persen menjadi Rp 2.700 per saham, dan saham PT Astra International Tbk tergelincir 0,98 persen menjadi Rp 7.575 per saham.

Laju IHSG

Pada Senin pagi, IHSG sempat menyetuh level tertinggi di kisaran 5.262,56 dan level terendah 5.241,14.  Saat pra pembukaan perdagangan saham, IHSG dibuka naik 23,89 poin ke level 5.241.

IHSG pernah ditutup di level tertinggi pada kisaran 5.224,13 pada perdagangan saham Rabu 3 September 2014. Sementara itu, IHSG sempat ditutup di level 5.214 pada 20 Mei 2013.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan,  sesuai prediksi IHSG dapat menyentuh level resistancenya di kisaran 5.251 pada pekan ini. Sejumlah sentimen baik domestik dan global turut berpengaruh ke laju IHSG.

Menurut William, pelaku pasar menyambut pengumuman suku bunga acuan/BI Rate diperkirakan tetap di level 7,5 persen. Selain itu, cadangan devisa Agustus 2014 mencapai US$ 111,22 miliar.

Adapun sejumlah sentimen global yang mempengaruhi bursa saham yaitu stimulus bank sentral Eropa dan pertumbuhan ekspor China sekitar 9,4 persen pada Agustus. Hal ini berdampak positif untuk IHSG.

Sementara itu, bursa saham Asia bergerak variatif pada hari ini. Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,2 persen. Sedangkan indeks saham Sydney dan Hong Kong Hang Seng masing-masing melemah 0,4 persen dan 0,2 persen. (lp6/wh/)