Idul Adha, Muhammadiyah Kemungkinan Beda dengan Pemerintah

Yuk, Berpuasa Tanpa Masalah
Yuk, Berpuasa Tanpa Masalah

Muhammadiyah menyiratkan perayaan Idul Adha tahun ini akan berbeda dengan tanggal yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini lantaran ormas Islam telah menetapkan awal Zulhijah sejak sebulan lalu. “Tentang awal bulan Zulhijah, Muhammadiyah sudah menetapkan dari sebulan lalu, bahwa jatuhnya besok hari (Senin 14 September 2015). Jadi Senin adalah awal bulan Zulhijah dan tanggal 23 September adalah Iduladha,” ujar Wakil Sekretaris Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ma’rifat Iman di Gedung Kementerian Agama, Jakarta.

“Yang sama itu (dengan pemerintah) Idul Fitri, Insya Allah sampai 2025 akan sama. Tapi Idul Adha ada beberapa hal yang beda. Bukan karena Muhammadiyah selalu beda dengan pemerintah,” lanjut dia.

Menurut Iman, yang membedakan kriteria yang ditetapkan Muhammadiyah dan pemerintah berlandas ketinggian hilal. “Muhammadiyah enggak perhatikan berapa derajat. Di mana (ada anggapan) yang penting udah di atas ufuk atau horison atau nol derajat lebih. Muhammadiyah itu landasannya hisab murni. Berapapun dia (bulan) atas ufuk, maka nanti malam setelah maghrib adalah satu Zulhijah,” jelas Iman.

Dia menuturkan, meski berlandasan hisab murni, pihaknya mempunyai hitungan tersendiri. Hilal yang berada di atas 2 derajat, dipastikan akan sama perayaan Idul adha dengan pemerintah.

“Dari perhitungan yang beda nanti, kita ada hitung tanggalnya. Intinya yang jadi perbedaan ketinggian hilal di bawah 2 derajat. Kalau di atas 2 derajat insya Allah akan sama. Jadi kalau ada anggapan Muhammadiyah selalu berbeda, itu salah,” jelas Iman.

Muhammadiyah telah mengeluarkan maklumat hari raya Iduladha 1436 Hijriah jatuh pada 23 September 2015. Sekretaris Umum (Sekum) Muhammadiyah Abdul Mu’ti menerangkan penetapan itu didasarkan pada penghitungan hisab hakiki wujudul hilal. Kemungkinan, Mu’ti menambahkan, Arab Saudi dan mayoritas organisasi Islam lainnya juga akan merayakan Idul Adha pada 23 September 2015. (lp6)