IDI Harap Kematian Ibu saat Melahirkan Bisa Ditekan

 

IDI Harap Kematian Ibu saat Melahirkan Bisa Ditekan
foto:umar alif/enciety.co

Kematian ibu saat melahirkan masih besar walaupun sudah terjadi tren penurunan. Berdasarkan  data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Angka Kematian Ibu (AKI) sudah berada di bawah target Millenium Development Goals (MDGs) 2015, sebesar 102 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan secara nasional masih sebesar 359 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya dr Pudjo Hartono, Sp OG mengatakan pihaknya berusaha keras agar kematian ibu dimasa mengandung dan melahirkan dapat terus ditekan.

“Hal ini terus menjadi perhatian kami agar kematian ibu saat mengandung dan melahirkan dapat diminimalkan lagi,” kata dr Pudjo Hartono, Minggu (8/3/2015).

Ia menegaskan di dunia kedokteran yang sudah modern ini ternyata belum menjadi jaminan akan menurunnya jumlah kematian ibu-ibu tersebut. Kematian ibu saat melahirkan masih terus terjadi karena kurang pahamnya sebuah keluarga pentingnya menjaga kesehatan saat ibu sedang hamil.

Berbagai program dari pemerintah sepeti penyuluhan, layanan kesehatan di desa-desa dan bidan yang kian menyebar harusnya kematian ibu bisa semakin ditekan.

“Penyebab paling banyak kematian ibu melahirkan adalah preeklampsia (tekanan darah tinggi saat melahirkan) dan ini sedang kami terus berikan pengertian kepada pasangan yang baru nikah dan ibu yang baru akan punya anak,” tuturnya.

Sedangkan untuk ibu yang berada di daerah terpencil memang masih menjadi kendala utama. Selain karena kondisi ekonomi masyarakatnya kurang sehingga pemeriksaan kehamilan bukan menjadi prioritas mereka.

“Semoga tenaga kesehatan baik itu bidan maupun dokter terus berusaha menekan kematian ibu ini,” tutup dia. (wh)