Ice Bucket Challenge Bisa Timbulkan Petaka

Ice Bucket Challenge Bisa Timbulkan Petaka
foto:nbcnews

Akhir-akhir ini masyarakat banyak marak membicarakan Ice Bucket Challenge (IBC) atau gerakan menyiram diri sendiri dengan air es. Menurut analis data Facebook, hingga 22 Agustus 2014, ada 28 juta pengguna situs pertemanan itu yang membicarakan IBC. Sebanyak 2,4 juta di antaranya berbagi video tantangan. Itu hanya angka Facebook. Belum terhitung aksi yang hanya diunggah di YouTube dan media sosial lain.

Aksi ini bermula dari seorang bintang lapangan di Boston College Baseball, Pete Frates, yang didiagnosis menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS) pada 2012. Dia dan sahabatnya, Correy Griffin, 28, menggagas Ice Bucket Challenge untuk meningkatkan kepedulian publik sekaligus mau berdonasi untuk para penyandang penyakit saraf motorik yang juga dikenal dengan lou gehrig disease itu.

Cara ini kemudian diadopsi ALS Association, AS, untuk menggalang dana. Dimulai pada 29 Juli, dalam minggu-minggu ini aksi tersebut begitu terasa sejak tantangan ditujukan kepada para selebriti, atlet, politikus, geeks, dan pesohor dunia di berbagai bidang. Dari Boston, aksi ini meluas menuju kota-kota besar lain di dunia.

Nah, Ice Bucket Challenge dilakukan sejumlah kalangan mulai dari selebritas, olahragawan hingga masyarakat umum ini ternyata memiliki risiko bahaya kesehatan untuk manusia.

Di Youtube beredar sebuah video seorang remaja Amerika Serikat bernama Sergio Cardozo yang dilaporkan meninggal di tempat sehabis melakukan tantangan siram es bersama kedua temannya.

Tantangan ini juga berisiko menyebabkan cedera mata akibat gesekan bongkahan kecil es pada kornea.

Tak hanya itu saja, pelaku Ice Bucket Challenge juga berisiko terkena hipotermia. Ini disebabkan lantaran tekanan air es secara mendadak dalam jumlah banyak pada bagian kepala.

Siraman air es yang langsung dan mendadak pada kepala juga menyebabkan tubuh shock. Detak jantung pun akan langsung menurun dan menyebabkan ritme kerja jantung terganggu.

Sementara Dr Daniel Jurewitz, seorang kardiolog dari Santa Barbara mengatakan inilah yang kemudian bisa memicu masalah pada kesehatan jantung dan kardiovaskular.

Hal senada juga diutarakan Dr Stephen Wealthall. Ia mengatakan, menyiram air es pada kepala bisa menyebabkan refleks pada saluran udara menutup laring. Akibatnya, detak jantung menjadi lambat, bahkan menyebabkan seseorang berhenti bernapas. (jp/ss/wh)