Hutan Jatim Lebih Besar dari Hutan Rakyat Eropa

 

Hutan Jatim Lebih Besar dari Hutan Rakyat Eropa

Semangat memelihara lingkungan kepada anak-anak dan berbagai pihak di Jawa Timur akhirnya memetik hasil. Perilaku mencintai pohon turut mendukung lestarinya hutan di provinsi ujung timur pulau Jawa tersebut. Gubernur Soekarwo menyebutkan, kini luas hutan Jatim terjaga hingga mencapai 42,8 persen.

“Hutan di Jatim sudah mencapai 42,8 persen, lebih besar dari hutan rakyat di Eropa. Kondisi ini bisa dilihat ketika melintasi Jatim melalui udara dari pinggiran pantai mulai Malang sampai Pacitan, sudah penuh hutan,” ujar Soekarwo saat membuka acara Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia 2014 di Pantai Kenjeran Surabaya, Rabu (25/6/2014).

Dia mengatakan, peraturan telah menetapkan luasan hutan di Jatim sebesar 30 persen. Itu terdiri dari 28 persen hutan Perhutani dan 2 persen hutan milik rakyat. Namun kini, luasnya telah mencapai 42,8 persen.

“Bisa dilihat sendiri, hutan Jatim subur karena banyak ditanami pohon sengon, mahoni, jabon, dan jati emas. Bahkan daerah Blitar Selatan telah banyak ditanami pohon kelapa sawit,” paparnya.

Secara ekonomis, lanjut Soekarwo, masyarakat lebih senang menanam sengon dan mahoni karena menjanjikan keuntungan. “Kemudian lahan-lahan lain ditanami tanaman hutan rakyat, sehingga hutan di Jatim mencapai 42,8 persen. Ini luar biasa,” ungkapnya.

Selain kondisi hutan yang bertambah baik, Jatim juga memperoleh berbagai penghargaan di bidang lingkungan hidup tingkat nasional. Selama empat tahun berturut-turut, Jatim memperoleh penghargaan laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD).

“Prestasi ini merupakan kerja keras dari seluruh masyarakat Jatim dan menjadi kebiasaan untuk terus menjaga lingkungan,” kata Karwo.

Pada kegiatan tersebut, Soekarwo didampingi istrinya, Nina Soekarwo dan Kepala BLH Jatim menyerahkan secara simbolis 5.000 bibit mangrove dan buah-buahan. Pun penghargaan Status Lingkungan Hidup Daerah Terbaik kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (wh)