Hubungan China dan Microsoft Kembali Menegang

 

Hubungan China dan Microsoft Kembali Menegang

Hubungan Microsoft dan China  kembali memanas. Yang terbaru, dua software buatan Microsoft masuk dalam daftar investigasi pemerintah Negeri Tirai Bambu.

Seperti yang dilansir oleh Reuters (26/8/2014), pemerintah China telah melakukan sejumlah penyelidikan terkait browser dan media player milik Microsoft yang dijual bersama dengan OS Windows. Masalah bundling software tersebut masih akan dikembangkan ke software lain buatan Microsoft untuk mencari tahu kebenaran monopoli yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Tidak salah bila akhirnya China terus mengembangkan kasus ini, sebab Microsoft sendiri masih belum benar-benar transparan ke pada pemerintah terkait penjualan OS Windows dan Microsoft Office.

Hasil dari investigasi juga akan dibeberkan pada publik setelah pemerintah berhasil menemukan bukti-bukti yang bisa membuat Microsoft mengubah kebijakan bundling-nya, bahkan menyeretnya ke meja hijau. Padahal, Microsoft akan melakukan peluncuran konsol game Xbox di China dalam waktu dekat.

Microsoft sebelumnya diketahui pernah terkena denda yang diajukan oleh Uni Eropa sebesar USD 656 juta atau Rp 7 triliun. Microsoft pun akhirnya dipaksa untuk membuat versi OS Windows yang dijual tanpa menyertakan Windows Media Player.

Kepopuleran sistem operasi Windows yang menanjak hebat di tahun 1990an dan 200an membuat banyak pihak menuding Microsoft melakukan monopoli penjualan OS Windows. Kasus ini turut menjadi perhatian pemerintah Amerika Serikat dan Uni Eropa pada waktu itu. (mrd/ram)