Holcim Pertahankan Market Share Industri Semen

Holcim Pertahankan Market Share Industri Semen

Mulai April 2014 mendatang, pabrik satu di Tuban milik PT Holcim Indonesia Tbk mulai beroperasi penuh. Pabrik Semen yang bermarkas di pantai utara Jawa Timur itu akan mendapat pasokan produksi tambahan. General Manager PT Holcim Indonesia Tbk Pabrik Tuban, Sidik Darusulistyo mengatakan, Holcim berencana mengoperasikan dua pabrik semen sekaligus di sana.

“Pabrik pertama sudah mulai beroperasi, sedangkan pabrik kedua sudah mulai dikerjakan pembangunannya,” katanya usai menerima penghargaan Investment Award Pemerintah Provinsi Jatim di Grahadi, Kamis (23/1/2014).

Ia menjelaskan, pabrik satu Holcim sebenarnya sudah mulai beroperasi sejak November. Bahkan pada bulan Desember memproduksi semen. “Namun baru beroperasi penuh bulan April ini,” imbuhnya. Produksi penggilingan semen di pabrik satu tersebut, siap beroperasi dengan kapasitas penuh 1,7 juta ton per tahun. Selain di Tuban, Holcim telah mengoperasikan pabriknya di Narogong Jabar dan di Cilacap Jateng. Tak ketinggalan, fasilitas penggilingan semen di Ciwandan Banten. Total kapasitas produksi gabungan per tahunnya mencapai 9,1 juta ton.

Sementara itu, Pabrik Tuban 2 saat ini masih dalam pengerjaan sekitar 20 persen. Pabrik kedua yang akan memiliki kapasitas yang sama dengan pabrik satu itu diharapkan beroperasi tahun 2015 di kuarter kedua.

Dari dua pabrik di Tuban ini akan memperoleh tambahan kapasitas produksi sekitar  3,5 juta ton. Ini artinya, masing-masing pabrik diproyeksikan menghasilkan 1,7 juta ton.

Walaupun melakukan ekspansi, tapi belum mematok target lebih jauh untuk merebut pasar semen di Indonesia. Produsen semen yang mulai menggunakan nama Holcim Indonesia di tahun 2006 itu, lebih fokus mempertahankan market share mereka di pasar nasional. “Sekarang market share kami berada pada angka 14 persen sampai 15 persen. Untuk Jawa sekitar 21 persen,” terangnya. Selanjutnya, kami lebih memprioritaskan pengukuhan brand-nya sebagai premium brand.

Maka, pihaknya lebih serius melakukan ekspansi ke pasar Sumatera dan Kalimantan. Sidik mengakui, selama ini mereka lebih banyak memenuhi permintaan kebutuhan konsumennya di Riau dan Pontianak.(wh)