Holcim: Industri Semen Masuki Masa Sulit

Saham Emiten Semen Merosot

 Industri semen secara keseluruhan mengalami tantangan berat dengan kondisi ekonomi yang mengalami penurunan. Serta kekosongan stimulus belanja fiskal yang diharapkan untuk peningkatan infrastruktur. Demikian Chief Financial Officer (CFO) Holcim Indonesia Kent Carson menyampaikan mengenai situasi industri semen di Tanah Air. Di saat yang bersamaan dia juga menyatakan bahwa kinerja keuangan Holcim Indonesia mengalami penurunan karena faktor dalam dan luar perusahaan.

“Kompetisi telah meningkat secara signifikan dengan adanya pemain – pemain baru yang patut diperhitungkan, yang telah menyebabkan kelebihan pasokan di pasar sementara biaya terus meningkat tajam,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (4/5/2015).

 

Menanggapi kondisi ini, perusahaan telah mempertimbangkan langkah-langkah untuk menurunkan pengeluaran tambahan dan meningkatkan produktifitas. Kent menginisiasi beberapa program di tahun 2015 untuk merampingkan operasional Holcim Indonesiaserta memastikan bahwa Holcim akan dapat beroperasi dengan lebih efisien. “Disertai penurunan biaya agar dapat mempertahankan keuntungan dalam kondisi pasar yang melemah ini,” ujar Kent Carson.

Langkah-langkah tersebut diyakini akan membantu untuk memastikan Holcim siap dalam menghadapi masa depan. Di mana dia berharap sektor konstruksi akan dapat kembali bergairah sejalan dengan terealisasinya rencana infrastruktur pemerintah, bersama dengan proyek-proyek perumahan dan properti komersial yang sangat dibutuhkan saat ini.