HMPG Jatim Desak Pemerintah Stop Impor Garam

HMPG Jatim Desak Pemerintah Stop Impor Garam

 

Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jatim meminta pemerintah menghentikan importasi garam. Permintaan ini tidak lepas adanya pembelokkan data yang dilakukan oleh beberapa perusahaan. Dimana impor garam ini peruntukkannya untuk kebutuhan industri.

“Tetapi dalam praktiknya, impor tersebut untuk kebutuhan konsumsi. Dampaknya harga garam jatuh dari HPP (harga penjualan) yang ditetapkan pemerintah,” ujar Ketua HMPG Jatim Muhammad Hasan, Senin (24/3/2014).

Kenaytaan ini, kata dia, menyebabkan harga garam tidak mencapai HPP. “Idealnya perkilogram mencpai Rp 750, tetapi akibat adanya garam impor ini harga menjadi jatuh. Perkilogramnya hanya Rp 400, sementara untuk KW I Rp 450/ kg dan KW II 550/ kg,” jelasnya.

Pada 2013 lalu, impor garam tercapai 235 ribu ton. Tetapi memasuki dua bulan pada tahun 2014 ini impor garam sudah tercapai 135 ribu ton. Tidak tertutup kemungkinan hingga akhir tahun importasi garam bisa naik dua kali lipat dibanding tahun lalu, bila tidak dihentikan.

Jatuhnya harga garam dipasar ini yang membuat HMPG mendesak pemerintah menghentikan impor garam untuk aneka pangan. HMPG meminta impor garam dikaji terlebih dahulu sebelum dilakukan. Terutama melihat hasil produksi garam secara nasional maupun di masing-masing daerah.

Untuk produksi garam secara nasional pada 2012 tercapai 2,4 juta ton, dan tahun 2013 menurun menjadi 1,2 juta ton akibat anomali cuaca. Tetapi untuk prediksi tahun ini HMPG belum bisa memprediksi karena produksi garam tergantung dari cuaca.

“Kami meminta agar impor garam untuk konsumsi dihentikan. Bila masih berlanjut, kami akan mengambil tindakan tegas terhadap pemerintah,” tegasnya. Hasan, sapaannya akan melakukan gugatan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian dan Perdagangan yang memberi izin impor.(wh)