HM Sampoerna Dapat Utang dari Perusahaan Afiliasi Rp 13,4 T

 

Penutupan Pabrik SKT Sampoerna Dinilai Mengada-Ada

Philip Morris (PM) Finance SA akan mengucurkan pinjaman kepada perusahaan afiliasinya, PT HM Sampoerna Tbk maksimal sebesar Rp 13,49 triliun. Aksi ini dalam rangka memenuhi peningkatan kebutuhan modal kerja dan pengelolaan dana  perseroan

Pinjaman tahap I memiliki jangka waktu 24 bulan hingga 1 September 2025. Suku bunga akan disesuaikan dengan suku bunga yang ditawarkan oleh Deutsche Bank, Citibank, dan JP Morgan Chase. “Nilai fasilitas pinjaman dapat lebih besar dari 50 persen sampai dengan 100 persen ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2014, yakni Rp 13,49 triliun atau USD 1,08 miliar berdasarkan kurs 31 Desember 2014,” jelas manajemen dalam pengumuman resmi.

Dalam perjanjian pinjaman antara perusahaan ini tidak ada jaminan dan berlaku hukum negara Swiss, asal  Philip Morris Finance. Sebagai kreditur, Philip Morris Finance dapat sewaktu-waktu mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajibannya kepada satu atau lebih afiliasi dari grup International ini.

PM Finance dapat meminta HM Sampoerna untuk membayar setiap atau sebagian dari jumlah terutang selama periode pinjaman. HM Sampoerna juga diwajibkan meningkatkan jumlah pembayaran kepada PM Finance, apabila terdapat kenaikan berdasarkan ketentuan perpajakan yang baru.

Lebih lanjut, PM Finance dan HM Sampoerna juga melakukan perjanjian antar perusahaan II. HM Sampoerna berencana mengucurkan pinjaman senilai maksimum Rp 10,18 triliun atau setara dengan USD 818 juta. Fasilitas pinjaman memiliki jangka waktu sampai 24 bulan, untuk setiap penarikan dana. Sementara periode penyediaan pinjaman berlaku hingga 1 September 2015. “Nilai fasilitas pinjaman II ini tidak boleh melebihi 100 persen dari laba bersih laporan keuangan 31 Desember 2014 HM Sampoerna, yakni Rp 10,18 triliun,” ungkap manajemen.

Pada perjanjian pinjaman II ini, HM Sampoerna diasumsikan memiliki potensi kelebihan dana pada awal 2016, apabila proses penerbitan saham baru berjalan lancar. Secara umum, manfaat transaksi antar perusahaan terafiliasi ini adalah tidak ada mekanisme penjaminan, potensi suku bunga yang rendah, lebih likuid dan kemudahan proses. Kedua pihak juga bakal mendapatkan pinjaman yang lebih tinggi dan jangka waktu yang lama. Lalu, terdapat potensi tingkat bunga yang tinggi untuk lebihnya dana yang dimiliki perseroan.

Seperti diketahui, HM Sampoerna membidik raihan dana hingga Rp 26,7 triliun dari penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan akan melepas 269,72 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 63.000-99.000per saham. (bst)