HIV/AIDS Diperlambat dengan ARV

HIV/AIDS Diperlambat dengan ARV

Penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) – Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) (HIV/AIDS) hingga kini belum ditemukan obatnya.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menyebutkan pada tahun 2014 jumlah pasien mencapai 2.000 orang. Dimana pasien HIV/AIDS terbanyak adalah usia 0-4 tahun dengan jumlah 330 anak.

Kasi Pemberantasan Penyakit Dinkes Jatim, Setyo Budiono mengatakan penyebaran HIV/AIDS tersebut akibat kekurang mengertian masyarakat terhadap penyakit ini. “Kami akan sering turun ke bawah untuk mengurangi penyakit itu menyebar di masyarakat,” kata Setyo Budiono kepada wartawan.

Untungnya, kini ditemukan obat atau vaksin obat untuk memperlambat virus HIV sudah ditemukan, yakni antiretroviral (ARV). Obat ini sendiri berfungsi untuk memperlambat virus HIV yang akan menuju AIDS.

“Pasien yang rutin mengonsumsi antiretroviral selama enam bulan, virus HIV bisa saja tidak terdeteksi lagi. Bila pasien ternyata lupa mengkonsumsi sehari saja, maka tubuh ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) akan melemah dan virus akan semakin cepat berkembang biak,” ujarnya..

Ia juga menjelaskan bahwa dalam mengkonsumsi antiretroviral, pasien diharuskan untuk memiliki komitmen yang tinggi. Sebab selain membutuhkan waktu yang lama, efek samping yang ditimbulkan oleh obat ini juga cukup banyak.

Di antaranya pusing yang dirasakan oleh ODHA akan terasa sangat berat dan tubuh akan terasa ringan. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa efek samping kebanyakan akan hilang dalam waktu dua hingga satu bulan. “Kami harap dengan adanya ARV ini, jumlah pasien HIV-Aids di Jatim berkurang,” paparnya. (wh)