Hitler Diduga Dikubur di Surabaya, Ini Kisahnya

Hitler Diduga Dikubur di Surabaya, Ini Kisahnya

Temuan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait sosok dr. Georg Anton Poch yang diduga tokoh fasisme, Adolf Hitler di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngagel Surabaya adalah hal yang cukup mencengangkan. Namun, benarkah sosok dr. Poch adalah Hitler sesuai dengan dugaan Budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) kepada Risma?

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Risma kepada wartawan Rabu (1/4/2015), mengatakan telah menemukan makam dr. Poch yang dulunya pernah bekerja di RSUD Dr Soetomo Surabaya itu. Tapi ia masih belum yakin bahwa makam pria yang meninggal di usia 81 tahun itu adalah sosok Hitler seperti yang dituduhkan Cak Nun.

Dari sumber wikipedia, nama dr. Poch sendiri dikenal sebagai seorang dokter asal Jerman yang bekerja di Sumbawa. Ketika di Indonesia, dr. Poch menikahi seorang perempuan berdarah Sunda. Sebelum meninggal dr. Poch dikabarkan sempat masuk Islam hingga akhirnya dia meninggal di RS Karang Menjangan (RSUD Dr Soetomo) dan dimakamkan di Pemakaman Umum Ngagel.

Nama dr. Poch untuk pertama kalinya mencuat ke khalayak, setelah  dr. Sosrohusodo menulis sebuah artikel yang dimuat Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983 tentang Hitler. Dokter lulusan Universitas Indonesia itu menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama dr. Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut. Orang itu diduga Hitler.

Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal, Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan. Kemudian, tangan kirinya, kata Sosrohusodo, selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.

Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.

Meskipun banyak yang mempercayai dirinya adalah Hitler, namun terdapat perbedaan di antara keduanya seperti perbedaan bentuk dahi dan rambut, serta bentuk telinga. Fakta mengenai apakah dr. Poch sendiri memang pernah ada dan keabsahan kisah di baliknya sendiri pun masih belum diketahui sampai saat ini.

Sementara itu dalam sebuah tulisan yang dimuat Vivanews, Menurut mantan pasiennya, Ahmad Zuhri Muhtar (55), dr Poch tinggal di rumah dinas dokter di Kompleks Rumah Sakit Sumbawa bersama istrinya yang asal Jerman.

Ketika istrinya itu kembali ke negeri asalnya, Poch lalu kesepian. “Dia menyendiri lalu kawin lagi dengan istinya yang asal Sunda. Saya tidak tahu persisnya, mungkin Garut,” kata Ahmad.

Fakta menarik soal dr Poch yang diungkap Ahmad. Kata dia, dr Poch bahkan masuk Islam karena menikah dengan perempuan muslim. “Dinikahkan secara Islam, resepsinya di pendapa kabupaten. Ceritanya seperti itu,” tambahnya.

Belakangan diketahui, setelah menikah untuk kali kedua dr. Poch lalu pindah ke Surabaya, ke tempat istri barunya. Poch yang diduga adalah Hitler ini kemudian meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun. (wh)