Hipertensi, Penyebab Utama Stroke

Hipertensi, Penyebab Utama Stroke
ilustrasi: blogspot

Hipertensi memang bukan hanya sekedar peningkatan tekanan darah melebihi batas normal, tetapi menjadi faktor risiko utama terjadinya kerusakan organ-organ vital.

Dokter spesialis syaraf Yuda Turana mengatakan, hipertensi sampai saat ini memang masih merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke. Celakanya, hipertensi sering tanpa gejala. Penyakit ini hanya bisa diketahui bila melakukan pemeriksaan tekanan darah.

Adapun gejala hipertensi yang sering dijumpai seperti sakit kepala di pagi hari, pusing, vertigo, tinitus (dengung di dalam telinga), gangguan penglihatan, jantung berdebar-debar, sulit bernafas, mudah lelah, wajah memerah, hingga hidung berdarah. “Saat sudah timbul gejala, sebenarnya sudah terjadi kerusakan target organ dan ini sudah sangat terlambat. Kerusakan target organ otak misalnya stroke dan gangguan kognitif ringan sampai dengan demensia vaskular,” kata Wakil Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH) di Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Pada anak muda yang menderita hipertensi dan tidak terkontrol, maka saat usia lanjut akan berisiko mengalami kepikunan. “Makanya pengukuran tekanan darah di rumah itu sangat penting, khususnya pada orang yang sudah terkena hipertensi,” ujar tersebut. (bst)