Hingga September 2019, Produksi Sekar Laut Tumbuh 24 Persen

Hingga September 2019, Produksi Sekar Laut Tumbuh 24 Persen

Media gathering di PT Sekar Laut. foto: arya wiraraja/enciety.co

Untuk meningkatkat literasi pasar modal syariah, Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Surabaya menggelar acara media gathering dan kunjungan ke PT Sekar Laut Jenggolo II, Sidoarjo, Rabu (6/11/2019).

General Manager PT Sekar Laut Tbk Welliam Cung menjelaskan, perusahaannya kini telah memiliki 15 ribu orang pekerja. PT Sekar Laut Group mulai beroperasi sejak 1966, didirikan Harry Susilo. Cita-cita dari PT sekar Laut ingin meningkatkan kesejahteraan supplier sampai customer.

“Awalnya kami adalah perusahan industri rumahan. Bisa dibilang perusahaan UKM. Sejak berdiri, perusahaan yang ingin cepat berkembang. Untuk itu, kita harus punya sertifikasi dan peduli dengan keamanan pangan,” katanya.

Sekar Laut mengembangkan Good Manufacturing Practice. Bahan baku yang digunakan harus memenuhi unsur penting. Contohnya, kualitas kesegaran udang dan bahan-bahan lain sangat dijaga. Dengan begitu, usaha akan cepat naik kelas. Cara ini bisa ditiru para pelaku UKM.

Harry mengungkapkan, untuk kerupuk Finna, ada varian udang, ikan, bawang, sayur, dan pedas. Jenisnya jumbo size, dan general size. Sambal terasi Uleg variannya sambal ijo dan sambal bajak. Sekar laut juga punya produk roti burger.

“Bisa dibilang kami ini perusahaan angkatan pertama yang menjadi emiten dari BEI. Produk kami punya kualitas ekspor. Kami punya pasar ekspor di 30 negara Eropa,” ungka Harry.

Kata dia, Sekar laut selalu menjaga kualitas produk. Karena hal itu salah satu kunci keberhasilan usaha. “Terakhir, kerupuk Finna dipromosikan untuk pariwisata. Di kemasan, kami mengulas beberapa destinasi wisata di Indonesia,” tegasnya.

Direktur Keuangan Keuangan PT Sekar Laut Tbk John Gozal menjelaskan, pihaknya telah mengembangkan beberapa produk unggulan selain kerupuk. Saat ini, produk Sekar Laut Tbk terdiri dari 50 persen kerupuk, 40 persen sambal, dan 10 persen roti burger.

Kerupuk Finna hanya dapat mencukupi total kebutuhan kerupuk di Indonesia yang mencapai 15 persen. Per hari, kebutuhan konsumsi kerupuk di seluruh Indonesia sebanyak 200 ton per hari.

“Kekuatan produksi kami 30 ton per hari. Kami ingin menambah kapasitas produksi 25 persen. Untuk target pertumbuhan produksi 20 persen sampai akhir tahun 2019,” tandas Harry.

Hingga September 2019, pertumbuhan produksi Sekar Laut tumbuh sampai 24 persen. Tahun 2019 ini, lewat brand Finna, Sekar Laut telah masuk ke pasar ritel, Alfamart dan Indomaret. (wh)

Berikan komentar disini