Hingga Agustus, Penjualan Handset Oppo Capai 131.000

 

Hingga Agustus, Penjualan Handset Oppo Capai 131.000

Pertumbuhan yang dibukukan Oppo pada Agustus tahun ini cukup fantastis. Berdasarkan catatan yang dikeluarkan PT Indonesia Oppo Elektronik, penjualan handset mereka di Jatim mencapai 131.000 unit dalam kurun waktu Januari-Agustus.

Data tersebut masih didukung oleh catatan value of sales yang mencapai Rp 70 miliar pada Juli-Agustus. Sedangkan periode Juni-Juli catatan value of sales mencapai Rp 55-60 miliar. Angka tersebut cukup fantastis di Jawa Timur, mengingat Oppo masuk ke Indonesia pada 1 Mei 2013.

Area Manager Oppo Jawa Timur David Lee mengatakan, permintaan smartphone yang diproduksi di Tiongkok ini diluar ekspektasi. “Awal tahun ini target kami menjual 5 ribu unit per bulan. Tetapi respons pasar yang terus tinggi, kami merevisi target, bahkan penjualan saat ini mencapai sekitar 30 ribu unit per bulan,” kata David di Plaza Marina, Surabaya, Kamis (11/9/2014).

Dimana Oppo ditargetkan mampu menjual 300 ribu unit pada tahun kerja 2014 secara nasional. Tetapi hingga akhir tahun ini, penjualan smartphone asal negeri Panda ini diprediksi bisa menyentuh angka 5 juta unit.

Opoo merupakan pemain baru di Indonesia, Oppo telah memiliki sejunmlah brand di semua segmen. Untuk low end, memiliki kontribusi sebesar 60 persen dari seluruh produk yang terjual. Sedangkan sisanya untuk level medium dan high end.

Untuk produk yang menguasai pasar 60 persen rata-rata smartphone berbanderol dibawah Rp 2 juta. Sedangkan smartphone medium berbanderol antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Untuk highe end smartphone di atas Rp 5 juta.

Saat ini, Oppo memiliki varian baru yang diluncurkan pada Juni lalu, yakni Find 7 dan Find 7a. Keduanya diharapkan memberi kontribusi sebesar 5-6 persen dari total market Oppo.

“Saat ini memang masih didominasi produk-produk entry level yang menguasai pasar 60 persen. Dan itu memang menjadi tipikal masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Di Jatim sendiri, penjualan Oppo tertinggi di Madiun yang mampu menjual 3.000 unit perhari. Sedangkan paling minim penjualannya ada di wilayah Madura yang hanya terdata 1.000 unit perhari. (wh)