Hasil Pemilu Merata, IHSG Turun 155 Poin

Hasil Pemilu Merata, IHSG Turun 155 Poin

Pemilu legialtif (Pileg) 2014 tidak memberikan sikap optimistis bagi pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan Kamis (10/4) ambruk 155 poin dipicu oleh aksi jual investor lokal dan asing.

Aksi jual saham telah terlihat dalam pra perdagangan saham di sesi pagi dimana para investor memasang posisi jual. Aksi hengkang sejumlah investor diduga karena hasil pemilu yang cukup kondusif itu tidak mendapat suara mayoritas. Pelaku  pasar khawatir akan adanya pemerintah koalisi yang bisa menimbulkan ketidakpastian.

Maraknya aksi jual mendorong IHSG jatuh 155,68 poin (3,16 persen)  ke level 4.765,73 poin. Kondisi ini membalik prediksi kalangan analis yang memperkirakan IHSG akan bergerak ke arah positif menyusul pelaksanaan pemilu yang berjalan aman.

Dalam perdagangan, kemarin berlangsung sangat ramai dengan total frekuensi transaksi mencapai  366.963 kali pada volume 7,263 miliar lembar saham senilai Rp 12,033 triliun.

Sebanyak 49 saham naik, 251 saham turun, dan 93 saham stagnan. Menanggapi anjloknya harga saham paska pemilu,  Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  Ito Warsito mengatakan  keluar masuknya dana investor baik lokal maupun asing merupakan hal yang wajar dalam transaksi di pasar modal. “Turun naiknya indeks itu hal biasa. Itu sentimen yang biasa dalam pasar modal,” katanya.

Bahkan, katanya, secara umum  pergerakan IHSG selalu naik dalam tahun politik. Itu menunjukkan jika pasar saham tidak terlalu berpengaruh terhadap keriuhan  pemilihan umum setiap lima tahunan.

“Secara umum selalu naik, pasti akan ada naik turun itu biasa, ada sentimen negatif, positif, 2004 dan 2009 indeks tetap tumbuh cukup tinggi,” katanya.

Hal senaga disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen. Kata dia, kondisi sekarang dinilai sebagai sesuatu hal yang wajar. Menurutnya, fluktuasi pasar saham tidak melulu digerakkan oleh kondisi politik yang ada.

“Saya selalu positif menanggapi indeks.  Kalau turun yang biasa saja. Dulu malah lebih bawah dari ini, mekanisme naik turun pasar itu biasa saja, kita di pihak bursa tetap optimis,” ucap Hoesen.

Dia menilai  hasil pemilu saat ini justru dinilainya lebih baik. Dia mengungkapkan, dengan tidak adanya pemenang mayoritas, maka dimungkinkan kebijakan politik akan merata.

“Selamat buat semua masyarakat Indonesia yang sudah berdemokrasi dan menyatakan pilihannya,” tandasnya.(wh)