Hasil Pelatihan Creative Industry Basic Dievaluasi

Hasil Pelatihan Creative Industry Basic Dievaluasi

Teks: Pelatihan Pahlawan Ekonomi creative industry basic di Kaza City Mall, Minggu (14/1/2018). foto:arya wiraraja/enciety.co

Pahlawan Ekonomi berorientasi sebagai wadah untuk melahirkan pelaku usaha kreatif. Karena itu, bukan hanya menggelar pelatihan secara periodik tiap pekan, Pahlawan Ekonomi juga memfasilitasi dan mempermudah kegiatan-kegiatan berusaha.

Seperti dalam pelatihan Pahlawan Ekonomi creative industry basic. Para peserta yang sudah mengikuti selama setahun, diajak meningkatkan kapabilitas.

“Istlahnya kami mengajak mereka naik level ke kelas creative industry basic lanjutan. Tujuannya agar mereka dapat mengembangkan usaha yang telah dirintis selama setahun,” ujar Wiwit Manfaati, mentor pelatihan Pahlawan Ekonomi, di sela acara yang diadakan di Kaza City Mall, Minggu (14/1/2018).

Kata Wiwit, dalam pelatihan kali ini ia dan pihaknya membuka kelas khusus konsultasi. Di kelas tersebut, ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Di antaranya kualitas produk, manajemen usaha, dan strategi pemasaran.

“Kami kembali me-review beberapa materi produk yang telah diajarkan selama setahun. Hal ini kami lakukan agar tidak ada yang terlewat. Di samping itu, kami juga membantu mengarahkan mereka agar lebih fokus dalam membuat produk agar pasar tidak bingung,” ungkap Wiwit.

Dijelaskan Wiwit, beberapa mateti yang di-review pada hari itu di antaranya produk dompet kawat behel, kalung batik kombinasi hiasan manik-manik batu alam dan lain sebagainya.

“Kami coba lihat apa yang ingin diproduksi. Lalu setelah itu kami coba kritik dan arahkan apa saja kekurangan dan perbaikan yang harus dilakukan agar produknya diterima pasar,” kupas Wiwit.

Wiwit juga menjelaskan kendala yang dihadapi para pelaku usaha baru. Biasanya, mereka yang baru merintis tersebut mengeluh sangat kesulitan memasarkan produk. Padahal, pasar handicraft di Surabaya sangat besar, permintaan juga banyak.

“Dapat dikatakan selain makanan, masyarakat Surabaya ini adalah salah satu kota fashion yang ada di Indonesia. Jadi, jika sampai mereka kesulitan memasarkan, di antaranya yang menjadi masalah adalah produk yang mereka buat sudah ketinggalan zaman. Bisa juga produk tersebut kualitasnya jauh di bawah rata-rata. Jadi harapan kami setelah ikut kelas konsultasi ini mereka dapat meningkatkan kualitas usahanya,” pungkas Wiwit. (wh)