Harkitnas di Lapas Porong, Umar Patek Jadi Pengibar Bendera

Harkitnas di Lapas Porong, Umar Patek Jadi Pengibar Bendera
Umar Patek saat menjadi petugas pengibar bendera Indonesia di lapas Surabaya. foto: istimewa

Ada yang istimewa dalam upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, Selasa (20/5/2015).

Para narapidana yang terlibat dalam kasus terorisme dijadikan petugas pengibar bendera Merah Putih. Salah satunya adalah Umar Patek yang terlibat atas kasus bom Bali I di tahun 2002 lalu dan terlibat bom malam Natal tahun 2000 dan terlibat jaringan internasional Al-Qaeda.

Selain Umar Patek, beberapa terpidana kasus terorisme Ambon, juga mengikuti upacara Hari Kebangkitan Nasional. Mereka adalah Fatur, Asep Djajar, Ismail, Noordin.

Umar Patek, pria kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, 20 Juli 1966, ini divonis pidana 20 tahun oleh PN Jakarta Barat pada 21 Juni 2012. Sudah setahun lebih Umar mendekam di Lapas Porong sejak dipindahkan dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Kamis 13 Maret 2014. Umar Patek ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua sejak 17 Agustus 2011.

Di Lapas Kelas 1 Porong, ahli pembuat bom itu dibina melalui program deradikalisasi. Saat ini di LP Porong terdapat 13 narapidana teroris yang sedang menjalani hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong. Sedangkan untuk wilayah Jawa Timur, terdapat 29 narapidana teroris yang tersebar di LP Porong, LP Malang, LP Kediri, dan LP Pamekasan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan kelas I, Ma’mun usai upacara Harkitnas mengatakan, keberhasilan pembinaan bagi narapidana (napi) di Lapas Surabaya kelas I di Porong sidoarjo menunjukkan program edukasi yang mengena bagi semua narapidana.

“Semua yang terlibat untuk menghentikan aksi terorisme patut diberi apresiasi. Dan bagi narapidana yang sudah kembali membela Indonesia menjadi hal yang bagus bagi pembelajaran,” kata Ma’mun kepada wartawan.

Selain itu, di dalam upacara ini juga diberikan pembebasan bersyarat bagi narapidana atas nama Zainudin Nasir (36) yang telah menjalani hukuman 2/3 dari masa hukumannya. Selain itu, narapidana kasus terorisme ini juga menunjukkan etika yang baik selama menjalani tahanan.

Ditambahkannya, dengan mengetahui Harkitnas sesungguhnya, menunjukkan wujud keberhasilan pembinaan narapidana terorisme bahwa mereka sudah mengikrarkan diri untuk setia dan taat kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Usai upacara bendera, Umar Patek mengaku sangat bangga bisa menjadi pengibar bendera Merah Putih dalam peringati Hari Kebangkitan Nasional.

“Saya sudah mengikrarkan diri untuk setia kepada Pancasila dan akan menjaga NKRI. Saya mengucapkan terima kasih dalam pembinaan kepada Lapas Porong ini selama keberadaan saya di lapas,” kata Umar Patek. (wh)

1 komentar di “Harkitnas di Lapas Porong, Umar Patek Jadi Pengibar Bendera

Komentar di tutup.