Hari Museum Indonesia, HoS Gelar Pameran Nuswantara

Hari Museum Indonesia, HoS Gelar Pameran Nuswantara

foto:house of samp[oerna

Memperingati Hari Museum Indonesia 2019, House of Sampoerna (HoS) bekerjasama dengan Asosiasi Museum Indonesia Daerah (Amida) Jawa Timur yaitu Museum Negeri Provinsi Jawa Timur Mpu Tantular, Museum Kambang Putih Tuban, Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP Universitas Airlangga, Museum Panji Malang, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur menggelar pameran foto, naskah, arsip kuno dan karya seni instalasi bertajuk Nuswantara.

Tema Nuswantara diangkat sejalan dengan tema besar Peringatan Hari Museum Indonesia 2019, yaitu “Museum Menyatukan Keberagaman”. Pameran dibuka Fitra Arda, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Museum , 5 Oktober 2019 dan akan berlangsung hingga 24 November 2019.

Dalam penyelenggaraannya, HoS didukung Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Pariwisata, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Arsip Nasional Republik Indonesia, Museum Nasional, Museum Pos Indonesia, Balai Konservasi Borobudur, Jawa Pos, para kolektor, Dus Duk Duk dan Seniman Indonesia Grace Tjondronimpuno. Lebih 150 koleksi ditampilkan untuk mengelaborasikan sejarah Nusantara.

“Museum tidak saja sebagai ruang tempat melestarikan kebudayaan dan edukasi tetapi sekaligus juga sebagai ruang rekreasi yang menyenangkan (edutaimen). Disamping itu Museum juga merupakan ruang publik dalam pemajuan kebudayaan, tempat bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang” ujar Fitra Arda, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman

Ketua Asosiasi Museum Indonesia Daerah Jawa Timur Dwi Cahyono menambahkan, adanya pameran ini, museum Jawa Timur dapat berperan aktif dalam memajukan kebudayaan bangsa, semakin mendekatkan diri ke masyarakat dan menjadi pintu gerbang kebudayaan bangsa”

Manager HoS Rani Anggraini, mengatakan, penyelenggaraan pameran ini diharapkan dapat menambah wawasan akan sejarah Indonesia sebagai negara kepulauan, dimana letak geografis kepulauan bukanlah penghalang bagi sebuah kejayaan dan persatuan bagi Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya.

“Menjalankan fungsi museum, acara ini adalah bentuk partisipasi kami dalam melestarikan dan mengkomunikasikan warisan budaya, selain turut mendorong museum sebagai salah satu destinasi wisata kota”, kata Rani