Harga Tiket Kereta Api Ekonomi Naik

Harga Tiket Kereta Api Ekonomi Naik

Dana APBN PT Kereta Api Indonesia (KAI) 2014 sebesar Rp 1,3 triliun difokuskan untuk membangkitkan kereta perintis dan membangkitkan rute baru. Sementara public service obligation (PSO) atau biasa disebut dengan subsidi resmi dicabut.

Hal ini disampaikan Vice President Public Relation PT KAI, Sugeng Priyono bila alokasi PBN itu bukan untuk menambah subsidi kereta jarak jauh. “Terhitung 1 Januari 2014, PSO atau subsidi kereta ekonomi jarak jauh sudah dicabut, dan kembali ke harga tiket kereta normal,” kata Sugeng Priyono.

Sejak September 2013 silam, PT KAI memberikan subsidi kepada beberapa kereta ekonomi jarak jauh. Untuk Daerah Operasi 8 sendiri ada tujuh kereta, Kertajaya (Surabaya-Jakarta), Matarmaja (Malang-Jakarta), Logawa (Purwokerto-Jember), Pasundan (Surabaya-Bandung), Gaya Baru Malam Selatan (Surabaya-Jakarta), Tawangalun (Malang-Banyuwangi), dan Sri Tanjung (Purwokerto-Banyuwangi.

Tujuh kereta ini secara otomatis kembali ke harga normal setelah berakhirnya pemberian subsidi dari pemerintah. Selain tujuh kereta ini, PT KAI juga mengembalikan harga tiket kereta api, seperti KA Progo (Jogjkarta-Pasar Senen) dan KA Bengawan (Pasar Senen Jakarta-Solo) juga telah dikembalikan.

Sebelumnya Sugeng Priyono menyebutkan subsidi atau PSO itu untuk kereta lokal. Tetapi dia menyatakan masih menunggu persetujuan dari Menteri Perhubungan EE Mangindaan. “Seharusnya tanggal 31 Desember kemarin, tetapi kita masih menunggu hasil pembicaraan,” lanjutnya.

Lebih lanjut Sugeng Priyono mengakui pemberian subsidi kereta itu diutamakan bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi sehari-hari. Sedangkan untuk KA Ekonomi jarak jauh bukan kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan menyatakan dana subsidi tidak diperuntukkan kereta ekonomi jarak jauh. “Tidak perlulah subsidi itu untuk KA Ekonomi jarak jauh. Toh tanpa subsidi-pun, okupansinya masih tinggi,” terangnya.(wh)