Harga Telur Turun, Ayam Tetap

Harga Telur Turun, Ayam Tetap
foto:plasadana

Harga telur ayam negeri mulai turun. Dari harga Rp 22 ribu per kilogramnya, kini harga telur ayam negeri dibanderol dengan harga Rp 19.500. Turunnya harga telur ayam negeri ini disebabkan stoknya yang melimpah dari peternak ayam.

Seperti yang terpantau di sejumlah pasar baik tradisional maupun modern di beberapa tempat di Surabaya. Penurunannya bervariasi, mulai dari Rp 3.500 hingga Rp 4 ribu. Di Pasar Benowo ini misalnya,  harga telur ayam di Pasar modern ini hanya Rp 19.500 per kilo.

Ayok salah satu pedagang telur saat ditemui di pasar Benowo mengatakan turunnya harga telur ayam negeri sudah berlangsung hampir seminggu ini. “Harga mulai turun dan penjualan mulai membaik. Sewaktu harga naik banyak yang beli cuma seperempat atau setengah kilo saja sekarang ibu-ibu belinya sekilo,” kata Ayok kepada enciety.co, Sabtu (14/2/2015).

Menurut Ayok, turunnya harga telur tersebut diperoleh dari penyuplainya yang berasal dari Kabupaten Gresik. Ia setiap minggunya optimis mampu menjual habis 25 kilo telur ayam negeri. “Saat harga naik, jualnya tidak sampai segitu. Mentok paling sepuluh kilo setiap minggunya,” lanjutnya.

Mujiati, salah satu warga yang ditemui saat berbelanja telur ayam negeri, mengatakan dirinya senang dengan turunnya harga tersebut. Ia yang merupakan pedagang martabak dengan memakai telur sebagai bahan baku utamanya bisa menyetoknya.

“Telur sebagai bahan utama pembuatan barang jualan saya yaitu martabak. Dengan turunnya harga ini, uangnya bisa dipakai untuk membeli yang lainnya,” tutur Mujiati.

Sementara itu, jika harga telur ayam negeri mulai turun, hal sebaliknya terjadi pada ayam pedaging. Satu ekor ayam dilepas dengan harga Rp 32 ribu. Tidak turunnya harga ayam tersebut disebabkan harga pakan yang belum turun akibat banyak banjir hingga penyuplai pakan ayam kesulitan mengantarkan ke pasar. (wh)